Tingkatkan Integritas Riset, Fakultas Kedokteran UM Metro Gelar Koordinasi Perdana Komite Etik Penelitian Kesehatan

METRO – Dalam upaya memperkuat fondasi moral dan legalitas riset di lingkungan universitas, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Metro menyelenggarakan Rapat Koordinasi perdana Tim Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK). Pertemuan strategis ini menjadi tonggak penting dalam menjamin standar keselamatan dan penghormatan terhadap subjek penelitian manusia maupun hewan coba.
Acara yang diinisiasi oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Windi Pertiwi, S.Ked., M.M.R, ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A.

Menuju Standarisasi Internasional
Dalam sambutannya, dr. Windi menekankan bahwa keberadaan KEPK bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen vital dalam menjaga marwah akademik FK UM Metro.
"Sebagai fakultas yang berfokus pada kedokteran dan kesehatan, setiap inovasi penelitian harus berpijak pada prinsip etis yang ketat. KEPK akan menjadi garda terdepan dalam memastikan bahwa metodologi penelitian kita telah memenuhi kaidah beneficence, non-maleficence, serta keadilan bagi subjek riset," tegas dr. Windi.
Dukungan Universitas dan Integrasi Riset
Wakil Rektor I, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, memberikan apresiasi atas langkah cepat FK dalam membentuk komite ini. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan KEPK akan mempercepat laju publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa karena kepemilikan Ethical Approval kini menjadi syarat mutlak dalam jurnal-jurnal internasional bereputasi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPM Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., menyoroti aspek teknis penguatan kelembagaan. Beliau berharap KEPK FK UM Metro dapat segera terakreditasi secara nasional oleh Komite Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN).
Poin Utama Hasil Rapat:
- Finalisasi Struktur Organisasi: Pemantapan deskripsi kerja anggota KEPK.
- Digitalisasi Layanan: Perencanaan sistem pengajuan etik secara daring (online) untuk efisiensi birokrasi.
- Peningkatan Kapasitas: Rencana pelatihan bersertifikat bagi anggota tim etik guna menyamakan persepsi standar evaluasi protokol riset.
Melalui koordinasi ini, UM Metro berkomitmen untuk terus mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan dan etika profesional.
Tim Redaksi
LPPM UM Metro