Oktober 2025
Metro, 23 Oktober 2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali melakukan pembaruan penting dalam struktur organisasinya. Setelah proses merger yang melibatkan Kepala Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PIKI) dengan LPPM UM Metro, telah disusun Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LPPM UM Metro Tahun 2025 yang lebih efisien dan efektif. Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja LPPM dalam mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual di lingkungan UM Metro.
Penyusunan SOTK ini melibatkan sejumlah pihak penting di UM Metro. Tim penyusun yang dipimpin oleh Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., Ketua LPPM UM Metro, terdiri dari Dr. M. Andiana Rosid, M.M., Kepala Pusat Penelitian, Dr. Eri Prawati, M.T., Kepala Pengabdian kepada Masyarakat, serta Dr. Nego Linuhung M.Pd., Kepala Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PIKI). Selain itu, peran Kepala Tata Usaha dan Staf LPPM juga sangat vital dalam proses ini, karena mereka turut mendukung implementasi dan penyusunan struktur yang lebih terorganisir dan sistematis.
Tujuan dan Harapan dari Perubahan Struktur
Dengan adanya merger antara LPPM dan PPIKI, SOTK baru ini bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi yang lebih sinergis antara bidang penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengelolaan publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual. Struktur baru ini diharapkan dapat:
Meningkatkan Efisiensi: Dengan penggabungan fungsi-fungsi penting, proses kerja di LPPM menjadi lebih terintegrasi dan efisien.
Meningkatkan Kualitas Riset dan Pengabdian: Melalui pembaruan tata kerja, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak.
Optimalisasi Pengelolaan Kekayaan Intelektual: Pengelolaan publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual semakin terkoordinasi dengan baik, sehingga hasil riset dapat lebih bermanfaat dan terdistribusi dengan optimal.
Peningkatan Kolaborasi Antar Unit: Pembaruan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antar unit di LPPM UM Metro, menjadikan seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian lebih kolaboratif dan berbasis hasil.
Peran Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kepala PPIKI
Dalam struktur baru ini, masing-masing kepala unit memiliki peran yang sangat strategis dalam mengarahkan kebijakan dan operasional LPPM UM Metro. Kepala Pusat Penelitian bertanggung jawab mengelola riset yang berbasis pada keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan Kepala Pengabdian kepada Masyarakat fokus pada program-program yang dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala PPIKI memegang peranan penting dalam melindungi hasil-hasil riset melalui pengelolaan kekayaan intelektual dan publikasi ilmiah, sehingga dapat dipublikasikan dengan baik di jurnal terakreditasi.
Peningkatan Peran Staf dan Kepala Tata Usaha
Peran Kepala Tata Usaha dan Staf LPPM sangat krusial dalam memastikan administrasi yang lancar dan mendukung kelancaran operasional. Staf LPPM juga berperan dalam melaksanakan program-program yang sudah disusun oleh unit terkait, dengan memastikan bahwa seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terukur.
Harapan ke Depan
Dengan terbentuknya Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LPPM UM Metro yang baru, diharapkan bahwa seluruh elemen di LPPM dapat bekerja lebih terstruktur dan saling mendukung. Struktur baru ini tidak hanya untuk kepentingan internal, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat kontribusi UM Metro dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat melalui riset dan pengabdian yang lebih terarah.
LPPM UM Metro berkomitmen untuk terus mendukung para peneliti, pengabdi, dan pemangku kepentingan di seluruh unit agar bersama-sama mewujudkan UM Metro sebagai pusat riset dan pengabdian yang unggul dan berdampak.
Tim Redaksi
LPPM UM Metro