Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Kabar Terbaru

Artikel

Penyusunan SOTK LPPM UM Metro Pasca Merger dengan PPIKI Selesai
03
November 2025
Penyusunan SOTK LPPM UM Metro Pasca Merger dengan PPIKI Selesai
November 2025

03 November 2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) dengan bangga mengumumkan terselesainya penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru setelah merger dengan Pusat Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PPIKI). Penyusunan SOTK ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat antara penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengelolaan publikasi ilmiah serta kekayaan intelektual. Tim penyusun yang terdiri dari Ketua LPPM, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pengabdian kepada Masyarakat, serta Kepala PPIKI bekerja sama untuk merancang struktur yang lebih efisien dan efektif, guna mendukung pengembangan riset dan pengabdian yang lebih berdampak. Dengan struktur baru ini, diharapkan UM Metro semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. LPPM UM Metro berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan kolaborasi di berbagai bidang, sekaligus memastikan bahwa hasil riset dan pengabdian dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Tim Redaksi LPPM UM Metro

Penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LPPM UM Metro Tahun 2025 Pasca Merger dengan PPIKI
23
Oktober 2025
Penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LPPM UM Metro Tahun 2025 Pasca Merger dengan PPIKI
Oktober 2025

Metro, 23 Oktober 2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali melakukan pembaruan penting dalam struktur organisasinya. Setelah proses merger yang melibatkan Kepala Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PIKI) dengan LPPM UM Metro, telah disusun Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LPPM UM Metro Tahun 2025 yang lebih efisien dan efektif. Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja LPPM dalam mendukung penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pengelolaan publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual di lingkungan UM Metro. Penyusunan SOTK ini melibatkan sejumlah pihak penting di UM Metro. Tim penyusun yang dipimpin oleh Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., Ketua LPPM UM Metro, terdiri dari Dr. M. Andiana Rosid, M.M., Kepala Pusat Penelitian, Dr. Eri Prawati, M.T., Kepala Pengabdian kepada Masyarakat, serta Dr. Nego Linuhung M.Pd., Kepala Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PIKI). Selain itu, peran Kepala Tata Usaha dan Staf LPPM juga sangat vital dalam proses ini, karena mereka turut mendukung implementasi dan penyusunan struktur yang lebih terorganisir dan sistematis. Tujuan dan Harapan dari Perubahan Struktur Dengan adanya merger antara LPPM dan PPIKI, SOTK baru ini bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi yang lebih sinergis antara bidang penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengelolaan publikasi ilmiah dan kekayaan intelektual. Struktur baru ini diharapkan dapat: Meningkatkan Efisiensi: Dengan penggabungan fungsi-fungsi penting, proses kerja di LPPM menjadi lebih terintegrasi dan efisien. Meningkatkan Kualitas Riset dan Pengabdian: Melalui pembaruan tata kerja, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak. Optimalisasi Pengelolaan Kekayaan Intelektual: Pengelolaan publikasi ilmiah dan hak kekayaan intelektual semakin terkoordinasi dengan baik, sehingga hasil riset dapat lebih bermanfaat dan terdistribusi dengan optimal. Peningkatan Kolaborasi Antar Unit: Pembaruan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antar unit di LPPM UM Metro, menjadikan seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian lebih kolaboratif dan berbasis hasil. Peran Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kepala PPIKI Dalam struktur baru ini, masing-masing kepala unit memiliki peran yang sangat strategis dalam mengarahkan kebijakan dan operasional LPPM UM Metro. Kepala Pusat Penelitian bertanggung jawab mengelola riset yang berbasis pada keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan Kepala Pengabdian kepada Masyarakat fokus pada program-program yang dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala PPIKI memegang peranan penting dalam melindungi hasil-hasil riset melalui pengelolaan kekayaan intelektual dan publikasi ilmiah, sehingga dapat dipublikasikan dengan baik di jurnal terakreditasi. Peningkatan Peran Staf dan Kepala Tata Usaha Peran Kepala Tata Usaha dan Staf LPPM sangat krusial dalam memastikan administrasi yang lancar dan mendukung kelancaran operasional. Staf LPPM juga berperan dalam melaksanakan program-program yang sudah disusun oleh unit terkait, dengan memastikan bahwa seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terukur. Harapan ke Depan Dengan terbentuknya Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) LPPM UM Metro yang baru, diharapkan bahwa seluruh elemen di LPPM dapat bekerja lebih terstruktur dan saling mendukung. Struktur baru ini tidak hanya untuk kepentingan internal, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat kontribusi UM Metro dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat melalui riset dan pengabdian yang lebih terarah. LPPM UM Metro berkomitmen untuk terus mendukung para peneliti, pengabdi, dan pemangku kepentingan di seluruh unit agar bersama-sama mewujudkan UM Metro sebagai pusat riset dan pengabdian yang unggul dan berdampak. Tim Redaksi LPPM UM Metro

LPPM UM Metro Laksanakan Desk Evaluasi Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025
10
Oktober 2025
LPPM UM Metro Laksanakan Desk Evaluasi Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025
Oktober 2025

Metro, 12 September 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) baru-baru ini melaksanakan Desk Evaluasi Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Tahun 2025. Proses evaluasi ini bertujuan untuk menilai kualitas dan kesesuaian proposal yang diajukan oleh dosen-dosen UM Metro untuk mendapatkan pendanaan. Jumlah Proposal yang Diajukan Pada tahun ini, jumlah proposal yang diterima oleh LPPM UM Metro mengalami peningkatan signifikan, dengan rincian sebagai berikut: Proposal Penelitian: 62 proposal Proposal Pengabdian kepada Masyarakat: 28 proposal Evaluasi Proposal untuk Meningkatkan Kualitas Riset dan Pengabdian Proses desk evaluasi dilakukan secara teliti oleh tim yang berkompeten untuk memastikan bahwa proposal yang diajukan memenuhi standar kualitas yang tinggi. Evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk relevansi topik penelitian, keberlanjutan pengabdian, serta dampak sosial yang dihasilkan oleh setiap proposal yang diajukan. Dr. Satrio Wibowo, M.A., Ketua LPPM UM Metro, menyampaikan bahwa proses evaluasi proposal sangat penting untuk memastikan bahwa pendanaan riset dan pengabdian dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan. "Kami sangat mengapresiasi jumlah proposal yang diajukan, dan kami berharap proses evaluasi ini dapat memastikan bahwa pendanaan yang diberikan benar-benar berdampak untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Proses Evaluasi yang Teliti Dalam proses evaluasi ini, masing-masing proposal akan dinilai secara komprehensif, mulai dari kualitas metodologi penelitian, rencana anggaran, hingga luaran yang dijanjikan dalam pengabdian kepada masyarakat. Tim evaluator terdiri dari dosen-dosen yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidangnya, untuk memberikan masukan yang konstruktif bagi pengusul proposal. Meningkatkan Kolaborasi dan Inovasi Proses evaluasi ini juga membuka peluang bagi dosen-dosen UM Metro untuk terus berinovasi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antar fakultas dan program studi. Dengan pendanaan yang tepat sasaran, diharapkan riset dan pengabdian yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan, sosial, dan teknologi di Indonesia.

LPPM Dharmawacana Kota Metro Gelar Kunjungan Kerja ke LPPM UM Metro Bahas Tata Kelola Akun BIMA
02
Oktober 2025
LPPM Dharmawacana Kota Metro Gelar Kunjungan Kerja ke LPPM UM Metro Bahas Tata Kelola Akun BIMA
Oktober 2025

Metro, 2 Oktober 2025 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Dharmawacana Kota Metro melaksanakan kunjungan kerja ke LPPM Universitas Muhammadiyah (UM) Metro. Pertemuan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola penggunaan akun BIMA (Berkas Integrasi Manajemen Administrasi) Kemdikti Saintek melalui laman bima.kemdiktisaintek.go.id. Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi ini, kedua belah pihak membahas berbagai hal teknis terkait pengelolaan akun BIMA, mulai dari registrasi dosen, sinkronisasi data penelitian dan pengabdian, hingga optimalisasi pemanfaatan platform BIMA untuk mendukung program hibah penelitian. Ketua LPPM Dharmawacana [Dr. Sutiyo, S.Sos., M.IP] menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan riset dan pengabdian dosen di lingkungan perguruan tinggi. “Kami berharap, melalui kunjungan ini akan terjalin sinergi dan pertukaran pengalaman dalam pengelolaan akun BIMA, sehingga dosen-dosen Dharmawacana semakin siap dalam mengikuti berbagai program hibah penelitian nasional maupun internasional,” ujarnya. Sementara itu, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A menyampaikan LPPM UM Metro menyambut baik kunjungan ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi, khususnya dalam hal penguatan tata kelola penelitian. “LPPM UM Metro membuka diri untuk berbagi praktik baik, khususnya dalam pengelolaan akun BIMA. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya sebatas diskusi teknis, tetapi juga bisa berkembang ke arah kolaborasi penelitian bersama,” ungkapnya. Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan kedua LPPM dapat semakin memperkuat ekosistem riset dan pengabdian di Kota Metro, sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Pendampingan Penyusunan Roadmap Riset dan Hilirisasi, UM Metro Terlibat dalam Peningkatan Capaian TKT
30
September 2025
Pendampingan Penyusunan Roadmap Riset dan Hilirisasi, UM Metro Terlibat dalam Peningkatan Capaian TKT
September 2025

Lampung, 25 September 2025 – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah II, yakni Pendampingan Penyusunan Roadmap (Peta Jalan) Pelaksanaan Riset, Kekayaan Intelektual, dan Hilirisasi. Kegiatan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Lampung pada 25 September 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset dan hilirisasi serta memfasilitasi pengembangan capaian luaran yang berdampak pada tingkat kesiapterapan teknologi (TKT). Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan perguruan tinggi di wilayah II, termasuk perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Metro yang terdiri dari Kepala Pusat Penelitian Dr. Andiana Rosid, M.M. dan Kepala Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Eri Prawati, M.T.. Dalam acara ini, mereka turut berkontribusi dalam mendiskusikan pentingnya roadmap yang dinamis dan selalu mengikuti perkembangan regulasi serta kebutuhan industri. Meningkatkan Capaian TKT dan Luaran Berdampak Dalam kegiatan ini, salah satu inti persoalan yang dibahas adalah pentingnya roadmap yang dapat berkembang sesuai dengan peraturan yang terus berubah dan kebutuhan industri yang semakin kompleks. Ditekankan bahwa roadmap riset harus mampu menghasilkan luaran yang tidak hanya sekadar memenuhi target akademik, tetapi juga berdampak besar terhadap kemajuan industri dan masyarakat. Penguatan Sinergi dan Dukungan LLDIKTI Dalam kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah II memberikan dukungan penuh dalam pengembangan roadmap riset di perguruan tinggi, dengan tujuan agar setiap hasil riset yang dilakukan dapat lebih berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat dan industri. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan bagi para peneliti dan pengabdi agar dapat menyusun peta jalan riset yang lebih aplikatif dan terintegrasi dengan kebutuhan nasional dan internasional.