Desember 2025
Metro, 01 Desember 2025. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menggelar sosialisasi dan pendampingan proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) tahun anggaran 2025. Acara yang merupakan seri pertama dari pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas proposal yang diajukan dosen, khususnya untuk skema pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BIMA).
Kegiatan ini dibuka oleh sambutan dari Ketua LPPM, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Panitia. Dalam sambutannya, Dr. Satrio menyampaikan komitmen LPPM untuk terus mendampingi dosen dalam proses pengusulan proposal hibah.
Peran penting dukungan universitas ditegaskan oleh Wakil Rektor I, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., yang mewakili Rektor. Dr. Rahmad menyoroti capaian LPPM UM Metro yang kini berada di peringkat Madya, membuka peluang besar bagi dosen untuk lolos pendanaan, termasuk Skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang kini bisa dimaksimalkan.
"Langganan kita di Elsevier harus benar-benar kita manfaatkan secara maksimal. Sumber referensi dari jurnal bereputasi menjadi nilai tambah yang signifikan dalam penilaian proposal BIMA," ujar Dr. Rahmad, menekankan pentingnya referensi berkualitas tinggi.
Strategi Penelitian Modern: Elsevier, AI, dan Tips Jitu Pemateri Sukses
Acara inti menghadirkan dua pemateri yang memberikan panduan praktis dan lesson learned langsung dari medan perang hibah penelitian.
Pemateri I, Dr. Nego Linuhung, M.Pd. yang juga Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PPIKI), memaparkan materi bertajuk "Pemanfaatan Akun Elsevier dan AI (Gemini) dalam Pembuatan Draf Proposal Penelitian". Dr. Nego menjelaskan bahwa keunggulan akun Elsevier adalah akses ke jurnal internasional bereputasi (Q1 dan Q2), namun untuk pemanfaatannya dalam penulisan proposal, dibutuhkan bantuan tools modern.
"AI berperan sebagai asisten untuk membuat draf awal dan mengonstruksi arah penelitian. Penting untuk diingat, hasil dari AI harus tetap diverifikasi, dikoreksi, dan disempurnakan oleh peneliti agar sesuai dengan kebaruan dan data spesifik penelitian kita," tegas Dr. Nego.
Sementara itu, Pemateri II, Ratna Tri Utami, M.Pd., yang merupakan dosen yang proposalnya sukses didanai melalui skema PDP, membagikan "Tips dan Trik Menyusun Proposal Penelitian". Ia membagikan pengalaman suksesnya, termasuk proposal berjudul "Implementasi Dream Box Learning Berbasis AI Adaptif dalam Gamifikasi Pembelajaran Matematika".
Menurut Ratna, kunci keberhasilan adalah fokus pada dua hal utama:
Visualisasi Data: "Sedikitkan kata-kata, perbanyak dalam bentuk desain atau visualisasi. Reviewer tidak hanya menilai 100 atau 200 proposal. Visualisasi yang menarik dan mudah dipahami akan memudahkan reviewer dan meningkatkan nilai proposal," jelasnya.
Metodologi adalah Jantung: Metodologi penelitian adalah hal yang paling sering dicek oleh reviewer. Diagram alir penelitian harus terstruktur dan sesuai dengan realita tahapan riset, karena hal ini juga yang akan menentukan besaran Anggaran Biaya (RAB) yang akan disetujui.
Melalui sinergi antara dukungan kelembagaan dari LPPM, arahan strategis dari Wakil Rektor I, dan panduan teknis dari para pemateri, UM Metro menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan proposal hibah yang kompetitif untuk meraih pendanaan BIMA tahun 2025. Rencananya, seri pelatihan kedua akan digelar menyambut kepastian pembukaan skema hibah DPPM/BIMA.
Tim Redaksi
LPPM UM Metro
Video Sumber: Pemanfaatan Akun Elsevier + AI (GEMINI) dalam Pembuatan Draft Proposal Penelitian dan Tips-&-Trik-Menyusun-Proposal-Penelitian-Dasar Dosen Pemula-BIMA