Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Berita Terbaru

LPPM UM Metro Matangkan Finalisasi Hackathon Deeptech 2026, 50 Proposal dari Berbagai Daerah Siap Berkompetisi

LPPM UM Metro Matangkan Finalisasi Hackathon Deeptech 2026, 50 Proposal dari Berbagai Daerah Siap Berkompetisi

Author
Redaksi
04 November 2026
Tanggal Rilis
Berita Terbaru
Kategori

METRO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) mematangkan persiapan pelaksanaan Hackathon Deeptech 2026 melalui kegiatan Finalisasi dan Koordinasi Panitia, Reviewer, Juri, dan Pemateri. Kegiatan tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh unsur pelaksana siap menjalankan rangkaian program secara profesional, terarah, dan berkualitas.

Kegiatan finalisasi dilaksanakan pada Selasa, 3 November 2026, bertempat di Hotel AIDIA Metro, dan dibuka oleh Wakil Rektor IV UM Metro, Ihsan Dacholfany. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Hackathon Deeptech 2026 sebagai bagian dari upaya UM Metro mendorong pengembangan inovasi, kreativitas, dan hilirisasi hasil riset.

Dukungan pimpinan universitas menjadi energi penting bagi LPPM dan seluruh panitia untuk memastikan Hackathon Deeptech 2026 tidak hanya berjalan sebagai kegiatan kompetisi, tetapi menjadi ruang yang mampu mempertemukan ide, teknologi, riset, kewirausahaan, dan kebutuhan dunia industri.

50 Proposal, Peserta Datang dari Berbagai Wilayah Indonesia

Antusiasme terhadap Hackathon Deeptech 2026 terlihat dari jumlah proposal yang masuk. Hingga tahap pendaftaran, tercatat 50 proposal telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut.

Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. Proposal juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Lampung.

Kehadiran peserta lintas wilayah tersebut menunjukkan bahwa Hackathon Deeptech 2026 mulai berkembang menjadi ruang kolaborasi inovasi yang tidak terbatas pada lingkungan internal UM Metro. Keberagaman asal peserta juga diharapkan memperkaya perspektif, gagasan, dan solusi teknologi yang dikembangkan selama program berlangsung.

Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menegaskan bahwa tingginya minat peserta menjadi indikator positif bagi pelaksanaan Hackathon Deeptech 2026.

“Kami melihat antusiasme yang sangat baik dari para peserta. Ada 50 proposal yang masuk dan berasal tidak hanya dari UM Metro, tetapi juga dari berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Lampung. Ini menunjukkan bahwa Hackathon Deeptech mulai menjadi ruang terbuka bagi pengembangan inovasi dan kolaborasi lintas institusi,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman peserta juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi panitia untuk memastikan proses seleksi, mentoring, penilaian, dan pendampingan dapat berjalan secara objektif dan profesional.

Ketua Tim Tegaskan Kebijakan Penilaian dan Substansi Materi

Dalam forum finalisasi tersebut, Ketua Tim Hackathon Deeptech 2026, Triana Asih, turut memberikan arahan kepada panitia, reviewer, juri, dan pemateri terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan.

Arahan difokuskan pada kebijakan penilaian peserta dan substansi materi yang perlu disampaikan selama rangkaian Hackathon Deeptech 2026. Penyamaan pemahaman ini diperlukan agar proses penilaian memiliki standar yang jelas dan setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara untuk menunjukkan potensi inovasinya.

Triana Asih juga menekankan pentingnya kesesuaian antara materi yang disampaikan dengan tujuan utama Hackathon Deeptech, khususnya dalam membantu peserta mengembangkan gagasan teknologi menjadi solusi yang memiliki nilai inovasi, potensi penerapan, serta peluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Reviewer, juri, dan pemateri perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai arah program. Penilaian tidak hanya melihat gagasan dari sisi teknologinya, tetapi juga bagaimana inovasi tersebut dapat dikembangkan, diterapkan, dan memiliki keberlanjutan,” arahan Triana dalam kegiatan finalisasi.

Arahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan setiap sesi dalam Hackathon Deeptech memiliki keterkaitan yang jelas, mulai dari pengembangan ide, penguatan teknologi, model bisnis, hingga potensi hilirisasi dan keberlanjutan inovasi.

Penyamaan Persepsi Reviewer dan Juri

Dalam kegiatan finalisasi, salah satu agenda utama adalah penyamaan persepsi reviewer dan juri terkait mekanisme serta instrumen penilaian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses evaluasi terhadap proposal dan peserta memiliki standar yang sama, objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, koordinasi dilakukan bersama para pemateri untuk memastikan kesiapan materi dan teknis pelaksanaan setiap sesi. Hackathon Deeptech 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pendampingan bagi peserta dalam mengembangkan ide menjadi solusi yang memiliki potensi untuk diimplementasikan dan dihilirisasi.

Finalisasi juga membahas alur kegiatan, jadwal, sarana dan prasarana, kebutuhan teknis, serta berbagai potensi kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan. Setiap tim diberikan penegasan mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing agar koordinasi selama kegiatan dapat berlangsung efektif.

Dukungan Pimpinan dan Penguatan Ekosistem Inovasi

Pembukaan oleh Wakil Rektor IV, Ihsan Dacholfany, sekaligus menjadi bentuk dukungan pimpinan UM Metro terhadap pengembangan ekosistem inovasi dan hilirisasi riset. Sinergi antara pimpinan universitas, LPPM, panitia, reviewer, juri, pemateri, mentor, serta peserta menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.

Bagi UM Metro, Hackathon Deeptech 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi yang memiliki nilai guna dan potensi pengembangan lebih lanjut.

Program ini juga sejalan dengan visi UM Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Keunggulan diwujudkan melalui pengembangan inovasi berbasis riset dan teknologi, profesionalisme melalui tata kelola kegiatan yang terencana dan akuntabel, sedangkan diferensiasi diperkuat melalui kemampuan UM Metro menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan dan inovasi dari lintas wilayah.

Hackathon Deeptech 2026 juga memiliki keterkaitan dengan SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi dan inovasi, serta SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, inovator, mentor, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan 50 proposal yang berasal dari berbagai daerah, LPPM UM Metro optimistis Hackathon Deeptech 2026 dapat menjadi wadah yang mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, dan peluang kolaborasi.

Melalui finalisasi ini, seluruh tim pelaksana dipastikan semakin siap menyambut pelaksanaan Hackathon Deeptech 2026. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan gagasan inovatif, purwarupa teknologi, model bisnis, serta solusi yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan dihilirisasi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Tim Redaksi

LPPM UM Metro