Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Kabar Terbaru

Berita Terbaru

LPPM UM Metro dan Tim Peneliti Tandatangani Kontrak Riset Analisis Kelayakan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
23
Oktober 2026
LPPM UM Metro dan Tim Peneliti Tandatangani Kontrak Riset Analisis Kelayakan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lampung Timur
Oktober 2026

Metro – 23 Oktober 2026. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penelitian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak penelitian Tahun 2026 dengan fokus kajian “Analisis Kelayakan Penganggaran Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.” Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, bersama Ketua Tim Peneliti, Samsul Arifin. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan penelitian yang diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus rekomendasi yang relevan bagi penguatan kebijakan penganggaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini diarahkan untuk melakukan analisis terhadap kelayakan penganggaran penyertaan modal pemerintah daerah. Kajian diharapkan dapat memberikan gambaran berbasis data mengenai aspek kelayakan, pertimbangan kebijakan, serta berbagai faktor yang perlu diperhatikan dalam proses penyertaan modal pemerintah daerah. Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menyampaikan bahwa penelitian kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi berbasis keilmuan terhadap penyelesaian persoalan pembangunan. Menurutnya, LPPM UM Metro terus mendorong pengembangan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan rekomendasi yang dapat digunakan oleh mitra dalam mengambil kebijakan. “Penelitian kerja sama harus mampu menjawab kebutuhan nyata mitra. Karena itu, kajian ini diharapkan menghasilkan analisis yang objektif dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung pengambilan kebijakan penganggaran di Pemerintah Kabupaten Lampung Timur,” ungkap Satrio. Sementara itu, Samsul Arifin selaku Ketua Tim Peneliti akan memimpin pelaksanaan kajian bersama tim penelitian. Penelitian akan diarahkan pada analisis secara komprehensif terhadap aspek-aspek yang berkaitan dengan kelayakan penganggaran penyertaan modal pemerintah daerah. Kerja sama penelitian ini menjadi bagian dari upaya LPPM UM Metro untuk memperluas kemitraan strategis dengan pemerintah daerah. Melalui kolaborasi tersebut, kompetensi akademik dosen dapat dipertemukan dengan kebutuhan konkret pemerintah daerah sehingga menghasilkan penelitian yang lebih kontekstual dan aplikatif. Riset Berbasis Kebijakan untuk Pembangunan Daerah Penelitian mengenai kelayakan penyertaan modal memiliki posisi strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan daerah yang efektif dan akuntabel. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan perspektif akademik yang objektif sebagai salah satu bahan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan. Bagi UM Metro, penelitian ini juga menjadi bagian dari implementasi visi universitas yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Keunggulan diwujudkan melalui pengembangan penelitian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Nilai profetik-profesional tercermin melalui komitmen terhadap integritas, objektivitas, tanggung jawab, dan kemanfaatan publik. Sementara itu, diferensiasi diwujudkan melalui kemampuan UM Metro menghadirkan kepakaran akademik untuk menjawab kebutuhan spesifik pemerintah daerah. Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penelitian ini memiliki keterkaitan dengan SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions, khususnya dalam mendukung penguatan tata kelola kelembagaan dan pengambilan kebijakan publik yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi antara UM Metro dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga mendukung SDG 17 – Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Penandatanganan kontrak penelitian ini diharapkan menjadi awal pelaksanaan riset yang menghasilkan rekomendasi berbasis bukti dan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. LPPM UM Metro akan terus mendorong pengembangan penelitian kerja sama sebagai bagian dari strategi memperluas dampak riset dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah. Melalui sinergi antara LPPM UM Metro dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, penelitian diharapkan mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan kebijakan sehingga menghasilkan rekomendasi yang mendukung tata kelola penganggaran daerah secara lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Tim Redaksi LPPM UM Metro

LPPM UM Metro dan Tim Peneliti Tandatangani Kontrak Kerja Sama Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Bupati Lampung Timur
23
Oktober 2026
LPPM UM Metro dan Tim Peneliti Tandatangani Kontrak Kerja Sama Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Bupati Lampung Timur
Oktober 2026

Metro/Lampung Timur - 23 Oktober 2026. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kerja sama penelitian dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak penelitian untuk kegiatan Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Bupati tentang Analisis Standar Belanja Kabupaten Lampung Timur.  Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Ketua LPPM Universitas Muhammadiyah Metro, Satrio Budi Wibowo,bersama Samsul Arifin, selaku Ketua Tim Peneliti. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UM Metro dalam mengembangkan penelitian yang tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap kebutuhan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah. Penelitian mengenai Analisis Standar Belanja Kabupaten Lampung Timur diarahkan untuk mendukung penyusunan naskah akademik dan rancangan peraturan bupati yang dapat menjadi landasan dalam penguatan tata kelola penganggaran daerah. Melalui kajian akademik yang sistematis, penelitian diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat dalam penyusunan kebijakan yang efektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan daerah. Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menegaskan bahwa kerja sama penelitian dengan pemerintah daerah merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan persoalan pembangunan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, LPPM terus mendorong agar penelitian dosen UM Metro memiliki orientasi pada dampak dan kebermanfaatan, sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya. "Penelitian harus mampu menjawab kebutuhan nyata. Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur ini menjadi salah satu bentuk bagaimana kompetensi akademik dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan produk kebijakan yang bermanfaat bagi daerah," ungkapnya. Sementara itu, Samsul Arifin, selaku Ketua Tim Peneliti, mendapat amanah untuk memimpin pelaksanaan penelitian yang berfokus pada penyusunan naskah akademik dan rancangan peraturan bupati tersebut. Tim peneliti akan melakukan kajian secara komprehensif sebagai dasar dalam menghasilkan dokumen yang dapat mendukung kebutuhan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Kerja sama ini sekaligus menunjukkan posisi strategis LPPM UM Metro sebagai penghubung antara kepakaran akademik dan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui penelitian kerja sama, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi berbasis bukti (evidence-based) dalam proses perumusan kebijakan publik. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Nilai keunggulan diwujudkan melalui penelitian yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pembangunan. Prinsip profetik-profesional tercermin melalui pelaksanaan penelitian yang menjunjung integritas, tanggung jawab, dan kebermanfaatan publik. Sementara itu, diferensiasi diwujudkan melalui kemampuan UM Metro menghadirkan kepakaran dan solusi akademik untuk menjawab persoalan spesifik di daerah. Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penelitian ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 16 - Peace, Justice and Strong Institutions, khususnya dalam mendukung penguatan kelembagaan, tata kelola pemerintahan, transparansi, serta kebijakan publik yang efektif. Selain itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memperkuat SDG 17 - Partnerships for the Goals melalui kemitraan strategis dalam menghasilkan solusi berbasis pengetahuan. Penandatanganan kontrak ini diharapkan menjadi awal dari pelaksanaan penelitian yang berkualitas dan menghasilkan dokumen akademik yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. LPPM UM Metro akan terus mendorong pengembangan penelitian kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah dan mitra strategis sebagai bagian dari upaya memperluas dampak riset serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan daerah. Melalui kolaborasi antara UM Metro dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi mampu menjadi bagian dari proses penguatan kebijakan dan tata kelola pembangunan daerah yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Tim Redaksi LPPM UM Metro  

Kolaborasi Lintas Negara: LPPM UM Metro dan Kolej Komuniti Segamat Malaysia Resmi Tandatangani Kesepakatan Secara Daring
14
Oktober 2026
Kolaborasi Lintas Negara: LPPM UM Metro dan Kolej Komuniti Segamat Malaysia Resmi Tandatangani Kesepakatan Secara Daring
Oktober 2026

METRO - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melaksanakan penandatanganan kesepakatan kerja sama atau Letter of Intent (LoI) secara daring lintas negara (live cross-border) dengan Kolej Komuniti Segamat, Malaysia, pada 13 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan pada pukul 14.00 waktu Malaysia ini bertujuan untuk membangun kerangka kerja sama dalam mendorong kolaborasi strategis antara kedua institusi perguruan tinggi. Penandatanganan dokumen secara digital tersebut dilakukan langsung oleh Pengarah Kolej Komuniti Segamat, Zahid Bin Daim, bersama Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, Kesepakatan ini menjadi landasan resmi bagi berbagai inisiatif pengembangan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat di masa mendatang. Ruang lingkup kolaborasi yang disepakati mencakup riset bersama, inovasi, dan komersialisasi. Salah satu fokus proyek penelitian yang akan diimplementasikan adalah analisis pemanfaatan zeolit alam teraktivasi sebagai katalisator dalam proses pirolisis untuk mengubah limbah kulit kopi menjadi bahan bakar alternatif. Selain itu, kedua belah pihak juga akan melaksanakan pertukaran pengetahuan, keahlian, staf akademik, mahasiswa, hingga penyelenggaraan publikasi bersama, seminar, dan program pengembangan kapasitas sumber daya manusia.   Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menyampaikan optimismenya terkait kesepakatan internasional ini. "Penandatanganan dengan Kolej Komuniti Segamat ini merupakan langkah strategis UM Metro dalam memperluas jejaring akademik di kancah global. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mengoptimalkan pertukaran keahlian dan memfasilitasi riset-riset inovatif—seperti pengembangan energi alternatif dari limbah kopi-yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat luas," ungkap Satrio. Lebih lanjut, implementasi dari setiap proyek kerja sama ini akan dirancang dan didiskusikan bersama dengan menyesuaikan ketersediaan sumber daya di masing-masing institusi. Melalui langkah inovatif ini, UM Metro semakin mengukuhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi riset pada tingkat internasional. Tim Redaksi  LPPM UM Metro  

LPPM UM Lampung Kunjungi LPPM UM Metro, Bahas Penguatan Riset, SINTA, Pengabdian, dan Kolaborasi KKN
08
Oktober 2026
LPPM UM Lampung Kunjungi LPPM UM Metro, Bahas Penguatan Riset, SINTA, Pengabdian, dan Kolaborasi KKN
Oktober 2026

Metro, 08/10/2026 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Lampung (UM Lampung) melakukan kunjungan kerja ke LPPM Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi antarlembaga dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan data SINTA, dan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kunjungan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan Catur Darma Perguruan Tinggi, khususnya bagaimana perguruan tinggi membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang produktif, terukur, serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, LPPM UM Lampung berdiskusi dengan LPPM UM Metro mengenai pengelolaan dan perkembangan penelitian di lingkungan UM Metro, termasuk arah pengembangan riset, pengelolaan luaran penelitian, peningkatan produktivitas dosen, serta strategi mendorong dosen agar semakin aktif menghasilkan penelitian dan mengakses berbagai skema pendanaan eksternal. Pembahasan juga diarahkan pada SINTA Afiliasi UM Metro, khususnya strategi pengelolaan dan peningkatan kinerja afiliasi melalui pemutakhiran data penelitian, publikasi, sitasi, serta rekam jejak kinerja dosen. Pengalaman UM Metro dalam melakukan pendataan dan inputing data ke SINTA menjadi salah satu bagian penting yang dibahas sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data penelitian di tingkat institusi. Selain penelitian dan SINTA, kedua LPPM juga membahas pengelolaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Diskusi mencakup pengembangan program pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat, peningkatan kualitas proposal, pengelolaan luaran, hingga peluang pengembangan program pengabdian secara kolaboratif antarkampus Muhammadiyah. Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN dipandang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kekuatan akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. Melalui kolaborasi, program KKN diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin mahasiswa, tetapi mampu dikembangkan menjadi program pemberdayaan masyarakat yang memiliki keberlanjutan dan dampak yang lebih luas. Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menyambut baik kunjungan LPPM UM Lampung tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga penelitian dan pengabdian di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjadi penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas jejaring akademik. "Kita tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga membuka ruang untuk bekerja bersama. Potensi kolaborasi dapat dikembangkan dalam penelitian, pengabdian, pengelolaan SINTA, hingga KKN. Dengan bersinergi, kekuatan masing-masing perguruan tinggi dapat saling melengkapi," ungkapnya. Kunjungan ini sekaligus memperkuat semangat SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui pembangunan kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi untuk menghasilkan program penelitian dan pengabdian yang lebih kuat dan berdampak. Kolaborasi riset juga dapat mendukung SDG 4 – Quality Education dan SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure melalui penguatan budaya akademik, inovasi, dan pemanfaatan hasil penelitian. Bagi UM Metro, penguatan jejaring dengan sesama perguruan tinggi Muhammadiyah juga sejalan dengan visi universitas yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Kolaborasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem akademik yang terbuka, produktif, dan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pertemuan antara LPPM UM Lampung dan LPPM UM Metro diharapkan menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama secara lebih konkret, baik melalui penelitian bersama, pengabdian kolaboratif, pendampingan pengelolaan SINTA, pertukaran praktik baik, maupun pelaksanaan KKN bersama. Dengan semangat collaboration for impact, kedua perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut berkomitmen membangun sinergi yang tidak berhenti pada kunjungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, institusi, dan masyarakat. Tim Redaksi LPPM UM Metro

LPPM UM Metro Gelar Penyamaan Persepsi Reviewer OPR Tahun 2026, Perkuat Transparansi dan Digitalisasi Evaluasi
06
Oktober 2026
LPPM UM Metro Gelar Penyamaan Persepsi Reviewer OPR Tahun 2026, Perkuat Transparansi dan Digitalisasi Evaluasi
Oktober 2026

Metro - 06/10/2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menyelenggarakan Penyamaan Persepsi Reviewer Operasional Riset (OPR) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan proses penilaian proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berlangsung objektif, transparan, dan sesuai dengan kebijakan universitas. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pemahaman para reviewer mengenai kebijakan, mekanisme, instrumen, serta teknis penilaian proposal OPR Tahun 2026. Penyamaan persepsi diharapkan dapat menghasilkan proses evaluasi yang lebih seragam, terukur, dan akuntabel. Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan OPR merupakan bagian dari kebijakan universitas dalam memperkuat budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UM Metro. Kebijakan tersebut merupakan turunan dari arahan dan kebijakan Rektor serta Wakil Rektor I UM Metro, yang selanjutnya diimplementasikan oleh LPPM melalui berbagai program peningkatan kapasitas dan produktivitas dosen. Menurutnya, reviewer memiliki posisi strategis dalam memastikan proposal yang memperoleh dukungan OPR memenuhi standar akademik dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. "Penyamaan persepsi ini penting agar seluruh reviewer memiliki pemahaman yang sama dalam memberikan penilaian. Kita ingin proses OPR berjalan secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga proposal yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan," jelasnya. Pada sesi teknis, Kepala Pusat Penelitian (Ka. Puslit) UM Metro, Andiana Rosid, menjelaskan mekanisme pengisian dan penilaian instrumen reviewer melalui Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SIMPPM) UM Metro. Digitalisasi proses penilaian melalui SIMPPM dirancang untuk memudahkan reviewer dalam mengakses instrumen, memberikan skor, menyampaikan catatan evaluasi, serta mendokumentasikan hasil penilaian secara lebih sistematis. Dengan sistem tersebut, proses evaluasi diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri. Andiana juga memberikan penjelasan mengenai alur pengisian instrumen serta aspek-aspek yang perlu menjadi perhatian reviewer dalam melakukan penilaian proposal penelitian. Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Ka. PkM) UM Metro, Eri Prawati, memberikan penjelasan teknis terkait mekanisme penilaian proposal pengabdian kepada masyarakat. Penyampaian materi diarahkan untuk menyamakan pemahaman reviewer mengenai instrumen, indikator, serta tata cara pemberian penilaian pada proposal PkM melalui SIMPPM. Melalui integrasi sistem digital tersebut, LPPM UM Metro berupaya membangun proses evaluasi yang tidak hanya lebih praktis bagi reviewer, tetapi juga mendukung prinsip akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi dalam pengelolaan hibah internal universitas. Pelaksanaan penyamaan persepsi reviewer OPR Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari penguatan tata kelola penelitian dan pengabdian UM Metro. OPR tidak hanya diposisikan sebagai skema pendanaan internal, tetapi juga sebagai instrumen pembinaan dosen untuk meningkatkan kualitas proposal dan mempersiapkan mereka mengikuti kompetisi pendanaan penelitian dan pengabdian pada tingkat eksternal. Kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Metro untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Profesionalisme diwujudkan melalui proses evaluasi yang terukur dan berbasis sistem, nilai profetik melalui integritas dan amanah dalam proses penilaian, sedangkan diferensiasi diwujudkan melalui tata kelola riset dan pengabdian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Dengan adanya penyamaan persepsi dan penguatan sistem penilaian berbasis digital, LPPM UM Metro berharap pelaksanaan OPR Tahun 2026 dapat berjalan semakin efektif, objektif, dan berkualitas. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen UM Metro dalam membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang berkelanjutan serta berorientasi pada peningkatan kualitas dan dampak bagi masyarakat. Tim Redaksi LPPM UM Metro