Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Kabar Terbaru

Berita Terbaru

Dorong Ekosistem Ekonomi Digital dan SDGs, Mahasiswa KKN Kelompok 36 UM Metro Sukses Integrasikan UMKM Panaragan Jaya dengan QRIS dan Google Maps
13
Agustus 2026
Dorong Ekosistem Ekonomi Digital dan SDGs, Mahasiswa KKN Kelompok 36 UM Metro Sukses Integrasikan UMKM Panaragan Jaya dengan QRIS dan Google Maps
Agustus 2026

TULANG BAWANG BARAT – Dalam upaya mengakselerasi inklusi keuangan dan memperluas jangkauan pasar usaha kecil, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro sukses melaksanakan program Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 ini menyasar para pelaku usaha di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, dengan memfasilitasi pendaftaran sistem pembayaran non-tunai (QRIS) dan penambahan lokasi usaha pada Google Maps Business Profile. Program strategis ini diinisiasi dari hasil observasi lapangan yang menemukan bahwa mayoritas perputaran ekonomi di Kelurahan Panaragan Jaya masih sangat bergantung pada transaksi tunai konvensional. Selain itu, belum terpetakannya lokasi usaha di ekosistem digital membuat banyak pelaku UMKM kehilangan potensi pembeli dari luar daerah. Langkah digitalisasi ini secara nyata diintegrasikan dengan kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), secara spesifik mendukung Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Melalui adopsi infrastruktur digital seperti QRIS dan Google Maps, UMKM di Panaragan Jaya difasilitasi untuk berinovasi, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan ekosistem bisnis lokal yang lebih tangguh, efisien, dan inklusif. Di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dani Anggoro, S.Kom., M.Kom., program ini dieksekusi melalui pendekatan partisipatif dan pendampingan door-to-door. Setelah berkoordinasi dengan aparat kelurahan setempat guna mendata sasaran, tim mahasiswa turun langsung mendampingi para pemilik usaha. Pendampingan meliputi edukasi literasi keuangan digital, proses pendaftaran dokumen QRIS, hingga panduan teknis penentuan titik koordinat (pinpoint) etalase mereka di Google Maps. Ketua Pelaksana Program KKN Kelompok 36 menegaskan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini. "Langkah digitalisasi ini merupakan kunci bagi UMKM di Panaragan Jaya untuk naik kelas dan beradaptasi dengan tren konsumen modern. Kami tidak sekadar membuatkan akun, tetapi memastikan adanya transfer pengetahuan sehingga para pelaku usaha dapat mengelola QRIS secara mandiri. Harapan kami, dengan adanya Google Maps, visibilitas pasar mereka meluas dan transaksi menjadi jauh lebih aman, praktis, serta tercatat dengan baik," ungkapnya. Antusiasme warga terpantau sangat tinggi, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali bersentuhan dengan teknologi manajemen bisnis. Pada tahap evaluasi akhir, program ini berhasil melampaui target awal dengan terdaftarnya lebih dari 10 UMKM, mencakup sektor warung kelontong, toko sembako, hingga gerai makanan dan minuman. Seluruh akun QRIS dipastikan telah aktif dan lokasi bisnis mereka kini dapat diakses dengan mudah oleh para pengguna navigasi digital. Melalui dedikasi ini, KKN Kelompok 36 UM Metro berharap benih transformasi digital yang ditanamkan dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Kelurahan Panaragan Jaya yang berkelanjutan. Tentang Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro): Universitas Muhammadiyah Metro merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka di Provinsi Lampung yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan keilmuan. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digawangi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UM Metro terus berkomitmen merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menerjunkan mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Program pengabdian masyarakat difokuskan pada pemberdayaan potensi lokal, inovasi teknologi, dan solusi nyata guna mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

Inovasi Hijau Berkelanjutan: Mahasiswa KKN UM Metro Edukasi Warga Daya Murni Olah Limbah Plastik Menjadi Paving Block
13
Agustus 2026
Inovasi Hijau Berkelanjutan: Mahasiswa KKN UM Metro Edukasi Warga Daya Murni Olah Limbah Plastik Menjadi Paving Block
Agustus 2026

Tulang Bawang Barat-Dalam upaya mendorong pengelolaan lingkungan yang tangguh dan berkelanjutan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 44 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro sukses menggelar program sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah botol plastik menjadi paving block. Kegiatan yang menyasar empat Rukun Kampung (RK 1, 2, 4, dan 6) di Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat ini berlangsung selama dua hari, pada Jumat hingga Sabtu, 7-8 Agustus 2024. Permasalahan limbah plastik, khususnya botol kemasan, yang sulit terurai telah lama menjadi tantangan lingkungan di berbagai daerah. Merespons kondisi tersebut, tim KKN Kelompok 44 yang terdiri dari 10 mahasiswa mengambil inisiatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa melalui pendekatan yang lebih kreatif. Program ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis untuk mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomis. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa limbah plastik yang biasanya hanya dibuang, sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi produk yang berguna. Ini juga salah satu cara kami berkontribusi untuk lingkungan yang lebih baik,” ungkap salah satu perwakilan anggota tim KKN Kelompok 44 di sela-sela kegiatan. Rangkaian acara dimulai dengan edukasi mengenai dampak negatif limbah plastik terhadap ekosistem, dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan paving block berbahan dasar botol plastik bekas. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi; para peserta dari empat RK secara aktif mengikuti sesi diskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, dan terjun langsung mempraktikkan proses peleburan hingga pencetakan paving block. Respons positif ini menjadi indikator kuat bahwa warga siap mengadopsi gaya hidup dan pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan mereka. Apresiasi terhadap program ini turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dani Anggoro S.Kom., M.Kom. Beliau menilai langkah taktis yang diambil para mahasiswa berdampak langsung pada masyarakat. “Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga siap berkontribusi langsung kepada masyarakat,” ujarnya. Sejalan dengan semangat pengabdian tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menyoroti pentingnya keberlanjutan dari program inovatif di tingkat desa. "Program yang dijalankan oleh Kelompok 44 ini merupakan wujud nyata dari pengabdian institusi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kami di LPPM terus mendorong agar inovasi yang dibawa oleh mahasiswa dapat memberikan solusi konkret terhadap isu lingkungan setempat, sekaligus memperkuat komitmen kita bersama dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Harapannya, transfer knowledge ini bisa menjadi gerakan komunal yang mandiri di Desa Daya Murni," tegasnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Desa Daya Murni kini memiliki alternatif solusi pengelolaan limbah yang aplikatif. Diharapkan, keterampilan baru ini dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mengurangi volume sampah plastik desa secara signifikan, dan membuka peluang pemanfaatan infrastruktur skala mikro yang ramah lingkungan. Tentang Universitas Muhammadiyah Metro: Universitas Muhammadiyah Metro adalah perguruan tinggi swasta terkemuka di Provinsi Lampung yang berdedikasi tinggi dalam menghasilkan lulusan unggul, kompeten, dan berwawasan luas. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UM Metro secara konsisten menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, guna mendorong pemberdayaan, inovasi, dan kemandirian masyarakat di berbagai sektor.  

Ketua LPPM UM Metro Selaku DPL Lakukan Kunjungan Awal ke Posko KKN Mas di Malang Raya
31
Juli 2026
Ketua LPPM UM Metro Selaku DPL Lakukan Kunjungan Awal ke Posko KKN Mas di Malang Raya
Juli 2026

MALANG – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Satrio Budi Wibowo melakukan kunjungan awal lapangan ke sejumlah Posko Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN Mas). Kunjungan ini dilaksanakan dalam kapasitas beliau yang juga bertugas sebagai Dosen Pendamping Lapangan (DPL) bagi mahasiswa UM Metro. Kunjungan awal ini menargetkan posko-posko penempatan mahasiswa KKN Mas dari UM Metro yang berlokasi di dua wilayah, yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu, Jawa Timur. Pada pelaksanaan KKN Mas tingkat nasional kali ini, UM Metro mendelegasikan 7 (tujuh) orang mahasiswa pilihan. Ketujuh mahasiswa tersebut merupakan representasi dari berbagai disiplin ilmu yang mencakup 7 fakultas di lingkungan UM Metro, yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), dan Fakultas Agama Islam (FAI). Dalam kunjungannya, Satrio Budi Wibowo. memastikan kondisi awal mahasiswa setibanya di lokasi pengabdian, meninjau kelayakan posko, serta memberikan arahan terkait adaptasi lingkungan di masa-masa awal KKN. "Kunjungan awal ini sangat penting untuk memastikan anak-anak kita dari UM Metro sudah beradaptasi dengan baik di tempat baru mereka. Mengingat mereka berasal dari 7 fakultas yang berbeda, ini adalah momentum yang tepat bagi mereka untuk berkolaborasi lintas disiplin ilmu sejak hari pertama terjun ke masyarakat di Kabupaten Malang dan Kota Batu," ujar Satrio. Lebih lanjut, beliau berpesan agar seluruh mahasiswa segera memetakan potensi desa dan menjalin komunikasi yang baik dengan perangkat desa maupun masyarakat setempat, sembari terus menjaga nama baik almamater Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui sinergi ketujuh mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan ini, LPPM UM Metro berharap program-program yang nantinya disusun dan dieksekusi selama masa KKN Mas dapat memberikan solusi komprehensif dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Tim Redaksi LPPM UM Metro  

Pengurus Konsorsium LPPM PTMA Periode 2026-2028 Resmi Dilantik, LPPM UM Metro Dipercaya sebagai Ketua Wilayah 1
31
Juli 2026
Pengurus Konsorsium LPPM PTMA Periode 2026-2028 Resmi Dilantik, LPPM UM Metro Dipercaya sebagai Ketua Wilayah 1
Juli 2026

METRO - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan catur dharma perguruan tinggi dengan mereaktivasi keikutsertaannya dalam Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Langkah strategis ini ditandai dengan resminya pelantikan kepengurusan Konsorsium LPPM PTMA Periode 2026-2028 yang disambut baik oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai upaya nyata untuk terus meningkatkan kualitas dan dampak riset di lingkungan persyarikatan. Wakil Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Mahfud Solikhin, Ph.D., dalam arahannya menyampaikan pentingnya penguatan peran LPPM di seluruh PTMA. Ia menekankan bahwa untuk mewujudkan PTMA yang bermutu dan berdaya saing global, diperlukan fokus yang kuat pada penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta kolaborasi strategis. “PTMA harus terus bergerak maju melakukan peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah hilirisasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Prof. Mahfud di hadapan pengurus konsorsium. Lebih lanjut, Prof. Mahfud membeberkan potensi raksasa yang dimiliki oleh ekosistem pendidikan tinggi Muhammadiyah. Berdasarkan pendataan pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026, ekosistem PTMA saat ini menaungi 164 perguruan tinggi, 2.528 program studi aktif lintas jenjang dan bidang, didukung oleh 20.289 dosen tetap, serta memiliki student body nasional mencapai 718.678 mahasiswa. “Kekuatan yang luar biasa ini harus dioptimalkan melalui kolaborasi antarinstitusi. Sinergi ini mutlak diperlukan agar kita mampu menghasilkan karya penelitian dan pengabdian yang memberikan dampak nyata dan lebih luas bagi masyarakat,” tegasnya. Menutup arahannya, Prof. Mahfud memberikan pesan motivasi yang mendalam bagi seluruh pengurus konsorsium. “Dengan akal tercapai hidup, dengan budi tenanglah hati, dengan pikiran tercapai maksud, dengan ilmu ditaklukkan dunia. Selamat bekerja bersama, berkolaborasi, dan saling menguatkan bagi PTMA se-Indonesia,” tuturnya. Peran Strategis UM Metro Sejalan dengan visi besar Diktilitbang PP Muhammadiyah, pelantikan kepengurusan konsorsium ini turut membawa amanah baru bagi UM Metro. Ketua LPPM UM Metro, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., secara resmi dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Wilayah 1 dalam struktur kepengurusan Konsorsium LPPM PTMA Periode 2026–2028. Posisi strategis ini diharapkan menjadi katalisator penguatan jejaring akademik. Melalui kepengurusan ini, LPPM UM Metro berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi penelitian dan pengabdian bersama seluruh jaringan PTMA dan mitra-mitra strategis lainnya guna melahirkan riset-riset inovatif yang mampu memberikan solusi dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat luas. Tim Redaksi LPPM UM Metro

LPPM UM Metro Dukung Penuh Asesmen Lapangan Akreditasi S2 Pendidikan Matematika Melalui Penguatan Data Penelitian dan Pengabdian
24
Juli 2026
LPPM UM Metro Dukung Penuh Asesmen Lapangan Akreditasi S2 Pendidikan Matematika Melalui Penguatan Data Penelitian dan Pengabdian
Juli 2026

Metro-Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi Magister (S2) Pendidikan Matematika. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan data, pendampingan penyajian dokumen penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta pemaparan arah kebijakan riset yang menjadi bagian penting dalam proses evaluasi eksternal program studi. Asesmen lapangan dilaksanakan oleh dua asesor, yaitu Prof. Dr. Tatang Herman, M.Ed. dan Prof. Dr. Sugiman, M.Si., yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Magister Pendidikan Matematika, termasuk implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam proses asesmen, LPPM UM Metro berperan sebagai unit pendukung yang memfasilitasi berbagai data dan informasi terkait kinerja penelitian dan pengabdian dosen, mulai dari peta jalan penelitian (research roadmap), capaian hibah penelitian dan pengabdian, publikasi ilmiah, luaran penelitian, kerja sama riset, hingga implementasi hasil penelitian yang mendukung peningkatan mutu akademik Program Studi Magister Pendidikan Matematika. Selain penyediaan data, tim LPPM juga memberikan penjelasan kepada asesor mengenai implementasi visi, misi, kebijakan, dan program strategis penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro. Berbagai program pembinaan, seperti Hibah Optimalisasi Penelitian dan Pengabdian (OPR), klinik proposal, pendampingan hibah eksternal, peningkatan publikasi ilmiah, hingga penguatan budaya riset dosen menjadi bagian yang dipaparkan sebagai upaya universitas dalam membangun ekosistem akademik yang berkelanjutan. Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menyampaikan bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam mendukung mutu akademik program studi. Oleh karena itu, LPPM terus memperkuat sistem tata kelola penelitian, pembinaan dosen, serta pengembangan kolaborasi riset agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi. "LPPM tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi penelitian dan pengabdian, tetapi juga sebagai mitra strategis program studi dalam membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Seluruh program yang kami jalankan diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu institusi maupun program studi," ujarnya. Pelaksanaan asesmen ini juga menjadi momentum bagi LPPM untuk menunjukkan implementasi Visi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki diferensiasi. Keunggulan diwujudkan melalui penguatan budaya riset dan inovasi dosen, nilai profetik-profesional tercermin dalam tata kelola penelitian yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, sedangkan diferensiasi diwujudkan melalui pengembangan penelitian dan pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Di sisi lain, berbagai program penelitian dan pengabdian yang dikembangkan UM Metro juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis penelitian, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi hasil riset, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui dukungan penuh terhadap proses asesmen lapangan ini, LPPM UM Metro menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul, adaptif, dan berdampak. Sinergi antara LPPM dan program studi diharapkan semakin memperkuat kualitas akademik Universitas Muhammadiyah Metro serta meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional. Tim Redaksi  LPPM UM Metro