Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Kabar Terbaru

Berita Terbaru

LPPM UM Metro Resmi Buka Hibah OPR Tahun Akademik 2026/2027, Dorong Budaya Riset dan Pengabdian Berkelanjutan
24
Juli 2026
LPPM UM Metro Resmi Buka Hibah OPR Tahun Akademik 2026/2027, Dorong Budaya Riset dan Pengabdian Berkelanjutan
Juli 2026

Metro - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) secara resmi menyelenggarakan Sosialisasi Pembukaan Hibah Optimalisasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (OPR) Tahun Akademik 2026/2027 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat budaya penelitian dan pengabdian yang berkualitas, inovatif, serta berdampak bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UM Metro dan dihadiri oleh Rektor UM Metro (Nyoto Suseno) Ketua LPPM UM Metro Satrio Budi Wibowo) pemateri bidang penelitian (Andiana Rosid) serta pemateri bidang pengabdian kepada masyarakat, (Eri Prawati) Dalam sambutannya, Rektor UM Metro, (Nyoto Suseno) menegaskan bahwa Hibah OPR merupakan bentuk komitmen universitas dalam membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas dosen. Menurutnya, hibah internal tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendanaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan agar dosen UM Metro semakin siap bersaing dalam berbagai skema hibah nasional maupun internasional. “Melalui Hibah OPR, Universitas Muhammadiyah Metro ingin membangun budaya akademik yang kuat, meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian, serta menghasilkan luaran yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Ketua LPPM UM Metro, (Satrio Budi Wibowo) menjelaskan bahwa Hibah OPR tidak hanya berfungsi sebagai skema pendanaan internal, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan berkelanjutan untuk membangun budaya penyusunan proposal penelitian dan pengabdian di kalangan dosen. Melalui OPR, dosen didorong untuk menyusun proposal secara konsisten agar terbentuk ekosistem akademik yang produktif dan siap berkompetisi pada berbagai skema hibah eksternal. Menurutnya, pelaksanaan OPR telah menunjukkan dampak yang positif terhadap peningkatan partisipasi dosen UM Metro dalam pengajuan hibah nasional. Pada tahun ini, jumlah usulan dosen UM Metro yang diajukan melalui BIMA atau DPPM tercatat meningkat sekitar 300 persen dibandingkan periode sebelumnya. “OPR merupakan pijakan awal bagi dosen UM Metro untuk menuju hibah kompetitif tingkat nasional maupun internasional. Peningkatan jumlah usulan hingga sekitar 300 persen menunjukkan bahwa pembinaan melalui hibah internal mampu meningkatkan kepercayaan diri, pengalaman, dan kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif,” jelasnya. Ke depan, LPPM UM Metro berkomitmen menjaga konsistensi pelaksanaan skema OPR sebagai bagian dari strategi membangun budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Budaya menyusun proposal diharapkan tidak lagi bersifat insidental, tetapi menjadi kebiasaan akademik yang melekat pada aktivitas dosen, sehingga semakin banyak dosen UM Metro yang aktif mengakses pendanaan eksternal dari DPPM, kementerian, lembaga pemerintah, industri, maupun mitra internasional. Pada sesi materi, Andiana Rosid selaku pemateri bidang penelitian, memaparkan berbagai skema Hibah OPR penelitian, mekanisme pengusulan proposal, ketentuan substansi, serta strategi menyusun proposal yang selaras dengan arah kebijakan penelitian universitas dan kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Eri Prawati sebagai pemateri bidang pengabdian kepada masyarakat, menjelaskan skema OPR pengabdian yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, penerapan inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Program pengabdian diharapkan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pelaksanaan Hibah OPR Tahun Akademik 2026/2027 merupakan implementasi nyata visi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Keunggulan diwujudkan melalui peningkatan kualitas penelitian dan inovasi. Nilai profetik-profesional tercermin dalam pelaksanaan kegiatan yang berlandaskan integritas, etika akademik, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Sementara itu, diferensiasi diwujudkan melalui pengembangan penelitian dan pengabdian yang mampu menjawab persoalan lokal dengan pendekatan ilmiah, inovatif, dan multidisiplin. Program Hibah OPR juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dosen, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi berbasis riset, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui program pengabdian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, LPPM UM Metro berharap seluruh dosen dapat memanfaatkan Hibah OPR sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat rekam jejak penelitian dan pengabdian, serta menghasilkan proposal dan luaran yang berkualitas. Konsistensi program OPR diharapkan mampu membentuk budaya akademik yang produktif sekaligus memperluas partisipasi dosen UM Metro dalam berbagai skema pendanaan eksternal di tingkat nasional maupun internasional. TIM Redaksi LPPM UM Metro

UM Metro Lepas Mahasiswa KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Wujudkan Pengabdian Profetik untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
23
Juli 2026
UM Metro Lepas Mahasiswa KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah, Wujudkan Pengabdian Profetik untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Juli 2026

Metro - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun masyarakat melalui pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN Mas). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta semangat pengabdian di tengah masyarakat. Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Wakil Rektor III UM Metro, Eva Rolia, Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Eri Prawati, Dekan Fakultas Agama Islam, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, serta Dekan Fakultas Teknik. Kehadiran para pimpinan universitas dan fakultas tersebut menjadi bentuk dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan KKN Mas sebagai program strategis pengabdian kepada masyarakat. Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor III UM Metro menyampaikan bahwa KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah merupakan wahana pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berkemajuan, dan berdaya saing. “Melalui KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dengan semangat pengabdian, membangun kolaborasi bersama masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya. Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menjelaskan bahwa KKN Mas merupakan bagian dari strategi LPPM dalam memperkuat implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, program pengabdian mahasiswa harus mampu menghasilkan dampak yang terukur melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pengembangan potensi lokal. “KKN bukan sekadar kegiatan akademik di luar kampus, tetapi merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, dan kepedulian sosial mahasiswa. Kami berharap setiap program kerja yang dilaksanakan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Eri Prawati, menegaskan bahwa seluruh program KKN Mas diarahkan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Pendekatan partisipatif menjadi prinsip utama sehingga mahasiswa diharapkan mampu bekerja sama dengan pemerintah daerah, Persyarikatan Muhammadiyah, sekolah, dan masyarakat dalam menyusun serta melaksanakan program-program pengabdian. Kehadiran Dekan Fakultas Agama Islam, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, dan Dekan Fakultas Teknik juga memperlihatkan kuatnya dukungan lintas fakultas terhadap pelaksanaan KKN Mas. Sinergi keilmuan dari berbagai bidang diharapkan dapat memperkaya program mahasiswa, baik dalam penguatan nilai keagamaan, literasi dan transformasi digital, maupun pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah Tahun 2026 menjadi implementasi nyata Visi Universitas Muhammadiyah Metro, yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki diferensiasi. Keunggulan diwujudkan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi dalam setiap program pengabdian. Nilai profetik-profesional tercermin pada sikap amanah, berintegritas, humanis, serta profesional dalam melayani masyarakat. Adapun diferensiasi diwujudkan melalui pengembangan program pemberdayaan yang mengintegrasikan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dengan pendekatan ilmiah, teknologi, dan potensi lokal. Lebih dari itu, KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui berbagai program edukasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui pelepasan KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah ini, LPPM UM Metro kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak, memperkuat sinergi lintas fakultas dan pemangku kepentingan, serta mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter profetik, profesional, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Tim Redaksi LPPM UM Metro

LPPM dan Fakultas Teknik UM Metro Jajaki Kolaborasi Riset Pengelolaan Sampah Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro
23
Juli 2026
LPPM dan Fakultas Teknik UM Metro Jajaki Kolaborasi Riset Pengelolaan Sampah Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro
Juli 2026

Metro - Universitas Muhammadiyah Metro melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Fakultas Teknik melakukan penjajakan kerja sama penelitian dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Rabu, 22 Juli 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi riset yang menghasilkan solusi inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan terhadap persoalan pengelolaan sampah di Kota Metro. Penjajakan kerja sama tersebut membahas berbagai permasalahan lingkungan yang membutuhkan penanganan secara cepat, tepat, dan berbasis teknologi. Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi tingginya volume sampah, keterbatasan metode pengomposan, pencemaran lingkungan, bau, gangguan kesehatan, risiko kebakaran, hingga potensi longsor di kawasan tempat pemrosesan akhir sampah. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Yerri Noer Kartiko, menyampaikan bahwa Kota Metro membutuhkan teknologi pengolahan sampah yang tidak hanya mampu mereduksi volume sampah dalam jumlah besar, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Teknologi yang dibahas meliputi insinerator dengan sistem pengendalian emisi, hot extruder untuk pengolahan sampah plastik, serta pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif. Dalam kolaborasi ini, Fakultas Teknik UM Metro memiliki peran strategis sebagai penggerak pengembangan teknologi dan rekayasa pengolahan limbah. Kompetensi dosen dan peneliti Fakultas Teknik diharapkan dapat diarahkan pada perancangan mesin, pengembangan formula bahan bakar alternatif, peningkatan kadar karbon RDF, pengujian teknologi, serta penyusunan prototipe yang sesuai dengan karakteristik sampah di Kota Metro. Potensi riset Fakultas Teknik juga terlihat pada pengembangan RDF dengan target kandungan karbon yang lebih tinggi agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan co-firing pada pembangkit listrik maupun sektor industri. Selain itu, temuan terkait penggunaan katalis untuk mengurangi penempelan plastik pada pipa pengolahan menjadi salah satu peluang riset terapan yang dapat dikembangkan lebih lanjut bersama DLH Kota Metro. Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Metro, Arivanda Jaya, menyampaikan bahwa kerja sama dengan UM Metro diharapkan dapat menghasilkan solusi nyata terhadap berbagai jenis limbah, seperti sampah plastik, limbah kelapa, oli bekas, styrofoam, ban, kain, serta limbah organik. DLH juga membuka peluang penyusunan proposal penelitian bersama untuk memperoleh pendanaan dari kementerian maupun lembaga terkait. LPPM UM Metro berperan dalam mengoordinasikan arah riset, memperkuat jejaring kelembagaan, memfasilitasi penyusunan proposal, serta memastikan hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi program pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu, Fakultas Teknik menjadi mitra akademik utama dalam aspek desain teknologi, pengujian, pengembangan alat, dan implementasi solusi rekayasa lingkungan. Kolaborasi ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Metro untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Nilai profetik diwujudkan melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kemaslahatan masyarakat. Profesionalisme diterapkan melalui penelitian berbasis data, rekayasa teknologi, serta tanggung jawab akademik. Adapun diferensiasi diwujudkan melalui pengembangan riset terapan yang berangkat dari persoalan lokal dan diarahkan untuk menghasilkan solusi yang memiliki manfaat sosial maupun ekonomi. Penjajakan kerja sama tersebut juga mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya: SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengembangan RDF sebagai energi alternatif; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan mesin dan teknologi pengolahan limbah; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui perbaikan sistem pengelolaan sampah perkotaan; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pemanfaatan kembali dan peningkatan nilai tambah limbah; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil dan pengendalian emisi; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Ke depan, hasil penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan proposal penelitian bersama, pemetaan potensi sampah, pengembangan teknologi tepat guna, pembuatan dan pengujian prototipe, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular. Kolaborasi juga berpeluang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dalam penelitian, tugas akhir, praktik lapangan, dan pengembangan inovasi teknologi. Melalui sinergi LPPM, Fakultas Teknik, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, UM Metro menegaskan komitmennya untuk menghadirkan penelitian yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi teknologi yang dapat diterapkan, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan mendukung terwujudnya Kota Metro yang bersih, sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing. Tim Redaksi LPPM UM Metro

830 Mahasiswa KKN-PLP UM Metro Diterjunkan di Tulang Bawang Barat, Wujudkan Pengabdian Berbasis SDGs dan Karakter Profetik-Profesional
10
Juli 2026
830 Mahasiswa KKN-PLP UM Metro Diterjunkan di Tulang Bawang Barat, Wujudkan Pengabdian Berbasis SDGs dan Karakter Profetik-Profesional
Juli 2026

Tulang Bawang Barat – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerjunan 830 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (KKN-PLP) Tahun 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Program yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini menjadi bagian dari ikhtiar universitas dalam membangun masyarakat sekaligus mencetak lulusan yang berkarakter profetik-profesional dan memiliki keunggulan diferensiatif sesuai visi UM Metro. Prosesi penyerahan mahasiswa kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berlangsung pada Kamis (9/7) dan dihadiri oleh Wakil Rektor III UM Metro Eva Rolia, Wakil Rektor IV Muhammad Ihsan Dacholfany, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Nadirsyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tulang Bawang Barat, para dekan, dosen pembimbing lapangan, serta jajaran pemerintah daerah. Mewakili Rektor UM Metro, Wakil Rektor III menegaskan bahwa KKN-PLP bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, tetapi merupakan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat. "Mahasiswa harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar pelaksana program. Jagalah nama baik Universitas Muhammadiyah Metro dengan mengedepankan karakter profetik, bekerja secara profesional, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," pesannya. Pelaksanaan KKN-PLP Tahun 2026 juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berbasis potensi lokal. Mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4 – Quality Education), penguatan kesehatan masyarakat (SDG 3 – Good Health and Well-being), pemberdayaan ekonomi desa (SDG 8 – Decent Work and Economic Growth), pengelolaan lingkungan (SDG 11 – Sustainable Cities and Communities serta SDG 12 – Responsible Consumption and Production), hingga membangun kemitraan strategis bersama pemerintah daerah (SDG 17 – Partnerships for the Goals). Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menyambut positif kehadiran mahasiswa UM Metro sebagai mitra pembangunan daerah. Wakil Bupati Tulang Bawang Barat berharap mahasiswa mampu menjadi katalisator perubahan melalui penerapan ilmu pengetahuan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung berbagai program prioritas daerah seperti Tubaba Cerdas, penguatan pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Bagi LPPM UM Metro, KKN-PLP merupakan salah satu bentuk nyata implementasi konsep profetik-profesional, yaitu mengintegrasikan nilai keislaman, etika, kepemimpinan, dan kompetensi akademik dalam menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat. Di saat yang sama, program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan diferensiasi lulusan UM Metro, yakni kemampuan menghasilkan inovasi dan solusi yang kontekstual sesuai kebutuhan wilayah pengabdian. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, Persyarikatan Muhammadiyah, dan masyarakat, UM Metro optimistis bahwa KKN-PLP Tahun 2026 tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. KKN-PLP Tahun 2026 menjadi bukti bahwa Universitas Muhammadiyah Metro terus berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter profetik, profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional. Tim Redaksi LPPM UM Metro    

Fakultas Teknik UM Metro Jalin Kolaborasi Riset dengan BRIN, Kembangkan Biomassa Lampung sebagai Energi Terbarukan
01
Juli 2026
Fakultas Teknik UM Metro Jalin Kolaborasi Riset dengan BRIN, Kembangkan Biomassa Lampung sebagai Energi Terbarukan
Juli 2026

Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus memperkuat jejaring riset nasional melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Fakultas Teknik, UM Metro resmi menjalin kerja sama penelitian dengan Pusat Riset Teknologi Konversi Energi (PRTKE) BRIN yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/6). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan teknologi konversi limbah biomassa agroindustri di Provinsi Lampung menjadi energi alternatif dan produk bernilai tambah sebagai bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi industri, transisi energi, serta penguatan ketahanan energi nasional. Kepala PRTKE BRIN menyampaikan bahwa biomassa memiliki prospek yang sangat besar dalam mendukung kebutuhan energi nasional, khususnya sektor kelistrikan yang terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pengembangan teknologi biomassa membutuhkan dukungan data potensi biomassa lokal dan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki kekuatan riset di bidang tersebut. "Universitas Muhammadiyah Metro memiliki arah penelitian yang sangat selaras dengan PRTKE BRIN sehingga berpotensi menghasilkan inovasi bersama yang bermanfaat bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia," ungkapnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UM Metro, Dwi Irawan, menjelaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi biomassa yang sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai limbah agroindustri, seperti batang singkong, ampas tebu, limbah nanas, hingga limbah kelapa sawit, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi alternatif maupun bahan baku industri bernilai ekonomi tinggi. "Potensi biomassa Lampung merupakan aset yang sangat besar. Melalui kolaborasi ini kami berharap dapat menghasilkan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri," jelasnya. Selain pengembangan riset, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik melalui pelaksanaan kuliah tamu, pendampingan tugas akhir mahasiswa, keterlibatan periset BRIN sebagai dosen tamu, serta pengembangan jejaring penelitian lintas institusi. Penelitian tahap awal akan difokuskan pada pemanfaatan limbah batang singkong, kayu hasil replanting karet, serta limbah kelapa sawit, seperti tandan kosong, pelepah, dan batang sawit. Biomassa tersebut akan dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif serta karbon reduktan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri. Melalui kolaborasi ini, UM Metro menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset yang berdampak serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap tantangan energi, lingkungan, dan pembangunan industri di Indonesia. Ke depan, ruang lingkup kerja sama diharapkan terus berkembang dengan melibatkan berbagai fakultas di lingkungan UM Metro sesuai kompetensi masing-masing sehingga tercipta kolaborasi multidisiplin yang mampu menghasilkan riset yang lebih komprehensif, inovatif, dan berdaya saing nasional maupun internasional. Tim Redaksi  LPPM UM Metro