Juli 2026
Metro - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali meneguhkan komitmennya dalam membangun masyarakat melalui pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN Mas). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta semangat pengabdian di tengah masyarakat.
Kegiatan pelepasan dihadiri oleh Wakil Rektor III UM Metro, Eva Rolia, Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Eri Prawati, Dekan Fakultas Agama Islam, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, serta Dekan Fakultas Teknik. Kehadiran para pimpinan universitas dan fakultas tersebut menjadi bentuk dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan KKN Mas sebagai program strategis pengabdian kepada masyarakat.
Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor III UM Metro menyampaikan bahwa KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah merupakan wahana pembelajaran yang mengintegrasikan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, berkemajuan, dan berdaya saing.
“Melalui KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dengan semangat pengabdian, membangun kolaborasi bersama masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menjelaskan bahwa KKN Mas merupakan bagian dari strategi LPPM dalam memperkuat implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, program pengabdian mahasiswa harus mampu menghasilkan dampak yang terukur melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pengembangan potensi lokal.
“KKN bukan sekadar kegiatan akademik di luar kampus, tetapi merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan kolaborasi, dan kepedulian sosial mahasiswa. Kami berharap setiap program kerja yang dilaksanakan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Eri Prawati, menegaskan bahwa seluruh program KKN Mas diarahkan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Pendekatan partisipatif menjadi prinsip utama sehingga mahasiswa diharapkan mampu bekerja sama dengan pemerintah daerah, Persyarikatan Muhammadiyah, sekolah, dan masyarakat dalam menyusun serta melaksanakan program-program pengabdian.
Kehadiran Dekan Fakultas Agama Islam, Dekan Fakultas Ilmu Komputer, dan Dekan Fakultas Teknik juga memperlihatkan kuatnya dukungan lintas fakultas terhadap pelaksanaan KKN Mas. Sinergi keilmuan dari berbagai bidang diharapkan dapat memperkaya program mahasiswa, baik dalam penguatan nilai keagamaan, literasi dan transformasi digital, maupun pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah Tahun 2026 menjadi implementasi nyata Visi Universitas Muhammadiyah Metro, yaitu menjadi perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki diferensiasi. Keunggulan diwujudkan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi dalam setiap program pengabdian. Nilai profetik-profesional tercermin pada sikap amanah, berintegritas, humanis, serta profesional dalam melayani masyarakat. Adapun diferensiasi diwujudkan melalui pengembangan program pemberdayaan yang mengintegrasikan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dengan pendekatan ilmiah, teknologi, dan potensi lokal.
Lebih dari itu, KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui berbagai program edukasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui pelepasan KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah ini, LPPM UM Metro kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak, memperkuat sinergi lintas fakultas dan pemangku kepentingan, serta mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter profetik, profesional, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Tim Redaksi
LPPM UM Metro