LPPM UM Metro Resmi Buka Hibah OPR Tahun Akademik 2026/2027, Dorong Budaya Riset dan Pengabdian Berkelanjutan

Metro - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) secara resmi menyelenggarakan Sosialisasi Pembukaan Hibah Optimalisasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (OPR) Tahun Akademik 2026/2027 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat budaya penelitian dan pengabdian yang berkualitas, inovatif, serta berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UM Metro dan dihadiri oleh Rektor UM Metro (Nyoto Suseno) Ketua LPPM UM Metro Satrio Budi Wibowo) pemateri bidang penelitian (Andiana Rosid) serta pemateri bidang pengabdian kepada masyarakat, (Eri Prawati)

Dalam sambutannya, Rektor UM Metro, (Nyoto Suseno) menegaskan bahwa Hibah OPR merupakan bentuk komitmen universitas dalam membangun ekosistem penelitian dan pengabdian yang produktif, kompetitif, dan berorientasi pada peningkatan kapasitas dosen. Menurutnya, hibah internal tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendanaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan agar dosen UM Metro semakin siap bersaing dalam berbagai skema hibah nasional maupun internasional.

“Melalui Hibah OPR, Universitas Muhammadiyah Metro ingin membangun budaya akademik yang kuat, meningkatkan produktivitas penelitian dan pengabdian, serta menghasilkan luaran yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ketua LPPM UM Metro, (Satrio Budi Wibowo) menjelaskan bahwa Hibah OPR tidak hanya berfungsi sebagai skema pendanaan internal, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan berkelanjutan untuk membangun budaya penyusunan proposal penelitian dan pengabdian di kalangan dosen. Melalui OPR, dosen didorong untuk menyusun proposal secara konsisten agar terbentuk ekosistem akademik yang produktif dan siap berkompetisi pada berbagai skema hibah eksternal.

Menurutnya, pelaksanaan OPR telah menunjukkan dampak yang positif terhadap peningkatan partisipasi dosen UM Metro dalam pengajuan hibah nasional. Pada tahun ini, jumlah usulan dosen UM Metro yang diajukan melalui BIMA atau DPPM tercatat meningkat sekitar 300 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“OPR merupakan pijakan awal bagi dosen UM Metro untuk menuju hibah kompetitif tingkat nasional maupun internasional. Peningkatan jumlah usulan hingga sekitar 300 persen menunjukkan bahwa pembinaan melalui hibah internal mampu meningkatkan kepercayaan diri, pengalaman, dan kapasitas dosen dalam menyusun proposal yang kompetitif,” jelasnya.

Ke depan, LPPM UM Metro berkomitmen menjaga konsistensi pelaksanaan skema OPR sebagai bagian dari strategi membangun budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan. Budaya menyusun proposal diharapkan tidak lagi bersifat insidental, tetapi menjadi kebiasaan akademik yang melekat pada aktivitas dosen, sehingga semakin banyak dosen UM Metro yang aktif mengakses pendanaan eksternal dari DPPM, kementerian, lembaga pemerintah, industri, maupun mitra internasional.

Pada sesi materi, Andiana Rosid selaku pemateri bidang penelitian, memaparkan berbagai skema Hibah OPR penelitian, mekanisme pengusulan proposal, ketentuan substansi, serta strategi menyusun proposal yang selaras dengan arah kebijakan penelitian universitas dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Eri Prawati sebagai pemateri bidang pengabdian kepada masyarakat, menjelaskan skema OPR pengabdian yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, penerapan inovasi, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Program pengabdian diharapkan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi juga mampu menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pelaksanaan Hibah OPR Tahun Akademik 2026/2027 merupakan implementasi nyata visi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki keunggulan diferensiatif. Keunggulan diwujudkan melalui peningkatan kualitas penelitian dan inovasi. Nilai profetik-profesional tercermin dalam pelaksanaan kegiatan yang berlandaskan integritas, etika akademik, tanggung jawab, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Sementara itu, diferensiasi diwujudkan melalui pengembangan penelitian dan pengabdian yang mampu menjawab persoalan lokal dengan pendekatan ilmiah, inovatif, dan multidisiplin.

Program Hibah OPR juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademik dosen, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi berbasis riset, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui program pengabdian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, LPPM UM Metro berharap seluruh dosen dapat memanfaatkan Hibah OPR sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat rekam jejak penelitian dan pengabdian, serta menghasilkan proposal dan luaran yang berkualitas. Konsistensi program OPR diharapkan mampu membentuk budaya akademik yang produktif sekaligus memperluas partisipasi dosen UM Metro dalam berbagai skema pendanaan eksternal di tingkat nasional maupun internasional.

TIM Redaksi

LPPM UM Metro