Fakultas Teknik UM Metro Jalin Kolaborasi Riset dengan BRIN, Kembangkan Biomassa Lampung sebagai Energi Terbarukan

Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus memperkuat jejaring riset nasional melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Fakultas Teknik, UM Metro resmi menjalin kerja sama penelitian dengan Pusat Riset Teknologi Konversi Energi (PRTKE) BRIN yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (30/6).

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan teknologi konversi limbah biomassa agroindustri di Provinsi Lampung menjadi energi alternatif dan produk bernilai tambah sebagai bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi industri, transisi energi, serta penguatan ketahanan energi nasional.

Kepala PRTKE BRIN menyampaikan bahwa biomassa memiliki prospek yang sangat besar dalam mendukung kebutuhan energi nasional, khususnya sektor kelistrikan yang terus mengalami peningkatan. Menurutnya, pengembangan teknologi biomassa membutuhkan dukungan data potensi biomassa lokal dan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki kekuatan riset di bidang tersebut.

"Universitas Muhammadiyah Metro memiliki arah penelitian yang sangat selaras dengan PRTKE BRIN sehingga berpotensi menghasilkan inovasi bersama yang bermanfaat bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UM Metro, Dwi Irawan, menjelaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi biomassa yang sangat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai limbah agroindustri, seperti batang singkong, ampas tebu, limbah nanas, hingga limbah kelapa sawit, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi alternatif maupun bahan baku industri bernilai ekonomi tinggi.

"Potensi biomassa Lampung merupakan aset yang sangat besar. Melalui kolaborasi ini kami berharap dapat menghasilkan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri," jelasnya.

Selain pengembangan riset, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik melalui pelaksanaan kuliah tamu, pendampingan tugas akhir mahasiswa, keterlibatan periset BRIN sebagai dosen tamu, serta pengembangan jejaring penelitian lintas institusi.

Penelitian tahap awal akan difokuskan pada pemanfaatan limbah batang singkong, kayu hasil replanting karet, serta limbah kelapa sawit, seperti tandan kosong, pelepah, dan batang sawit. Biomassa tersebut akan dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif serta karbon reduktan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri.

Melalui kolaborasi ini, UM Metro menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya riset yang berdampak serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap tantangan energi, lingkungan, dan pembangunan industri di Indonesia.

Ke depan, ruang lingkup kerja sama diharapkan terus berkembang dengan melibatkan berbagai fakultas di lingkungan UM Metro sesuai kompetensi masing-masing sehingga tercipta kolaborasi multidisiplin yang mampu menghasilkan riset yang lebih komprehensif, inovatif, dan berdaya saing nasional maupun internasional.

Tim Redaksi 

LPPM UM Metro