
Panaragan Jaya, Tulang Bawang Barat – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Universitas Muhammadiyah Metro melaksanakan program pembentukan Bank Sampah bersama masyarakat di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada 30 Juli 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang berfokus pada edukasi, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pembentukan Bank Sampah digagas sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungan permukiman. Mahasiswa KKN bersama masyarakat berupaya membangun pemahaman bahwa sampah tidak semata-mata menjadi barang yang harus dibuang, tetapi dapat dipilah, dikelola, dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membangun sarana Bank Sampah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diperkenalkan pada langkah sederhana yang dapat dimulai dari rumah, terutama membiasakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Kegiatan diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat mengenai rencana pembentukan Bank Sampah. Koordinasi tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan konsep, tujuan, mekanisme, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.
Tahap berikutnya dilaksanakan melalui edukasi pengelolaan sampah kepada staf Kelurahan Panaragan Jaya dan ibu-ibu PKK. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, pemisahan sampah yang masih memiliki nilai guna, serta pentingnya mengurangi jumlah sampah yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam program ini. Masyarakat tidak ditempatkan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku utama yang menentukan keberlanjutan Bank Sampah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Dari Bank Sampah Menuju Kontribusi Nyata terhadap SDGs
Program Bank Sampah Kelompok 36 juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UM Metro terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Praktik pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya secara langsung mendukung SDG 12 – Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), terutama dalam membangun pola pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Upaya menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih dan tertata juga berkaitan dengan SDG 11 – Sustainable Cities and Communities (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). Sementara itu, edukasi mengenai kebersihan lingkungan berkontribusi terhadap SDG 3 – Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) karena lingkungan yang terkelola dengan baik menjadi salah satu faktor pendukung kesehatan masyarakat.
Program ini juga memiliki dimensi SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan peningkatan literasi lingkungan kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, aparatur kelurahan, PKK, dan masyarakat sekaligus mencerminkan semangat SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Lebih dari sekadar membangun sarana fisik, mahasiswa KKN Kelompok 36 berupaya membangun perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai barang tidak berguna diperkenalkan sebagai sumber daya yang masih dapat dipilah dan dimanfaatkan sehingga berpotensi memberikan nilai tambah.
Semangat tersebut sekaligus mencerminkan visi Universitas Muhammadiyah Metro dalam membentuk insan yang unggul dan profetik-profesional dengan keunggulan diferensiatif. Nilai profetik diwujudkan melalui kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan, sedangkan profesionalisme tercermin melalui kemampuan mahasiswa menerapkan pengetahuan untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Keunggulan diferensiatif ditunjukkan melalui program pengabdian yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada pembentukan sistem dan kebiasaan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat. Bank Sampah diharapkan menjadi salah satu sarana yang mampu mendorong masyarakat Panaragan Jaya untuk mengelola sampah secara lebih terarah dan mandiri.
Antusiasme masyarakat selama kegiatan menunjukkan adanya modal sosial yang penting untuk keberlanjutan program. Setelah mahasiswa menyelesaikan KKN, masyarakat diharapkan terus membiasakan pemilahan sampah dari rumah dan mengoptimalkan keberadaan Bank Sampah sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan di Kelurahan Panaragan Jaya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 36 UM Metro tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga membawa semangat perubahan dari tingkat lokal untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat Panaragan Jaya menjadi langkah sederhana namun konkret dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, berdaya, dan berkelanjutan.