Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Berita Terbaru

Mahasiswa KKN UM Metro Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Tiyuh Karta Raya, Wujudkan Desa Ramah Lingkungan Berbasis SDGs

Mahasiswa KKN UM Metro Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Tiyuh Karta Raya, Wujudkan Desa Ramah Lingkungan Berbasis SDGs

Author
Redaksi
20 Agustus 2026
Tanggal Rilis
Berita Terbaru
Kategori

TULANG BAWANG BARAT, 16 Agustus 2026 -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 Universitas Muhammadiyah Metro Kelompok 11 sukses melaksanakan program inovasi desa melalui lokakarya pengolahan limbah organik dan anorganik. Bertempat di Balai Tiyuh Karta Raya dan kediaman Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada Jumat, 24 Juli 2026, kegiatan ini berhasil memberdayakan 32 peserta yang tergabung dalam Gapoktan, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan Ibu-ibu PKK setempat.

Inisiatif ini dirancang untuk menjawab permasalahan penumpukan limbah rumah tangga dan pertanian yang selama ini belum terkelola dengan optimal di lingkungan Tiyuh Karta Raya, Kecamatan Tulang Bawang Udik. Guna memberikan solusi yang tepat guna, program dibagi menjadi dua fokus utama. Pertama, pendampingan bagi anggota Gapoktan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi produktivitas pertanian. Kedua, pelatihan khusus bagi KWT dan PKK dalam mendaur ulang limbah anorganik, khususnya tutup botol bekas, menjadi produk kerajinan bernilai guna seperti gantungan kunci.

Program edukasi lingkungan ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, kegiatan ini mendukung Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya reduksi, daur ulang, dan pemanfaatan kembali (3R) limbah rumah tangga. Selain itu, sentuhan inovasi daur ulang menjadi kerajinan juga mendorong Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang lahirnya ekonomi kreatif berskala rumah tangga (UMKM) bagi perempuan desa.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membagikan luaran fisik berupa komposter, sampel pupuk, modul buku panduan, hingga video tutorial langkah demi langkah pengolahan sampah.

Sahrul Rifai selaku Ketua Kelompok 11 KKN UM Metro, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat menjadi motivasi utama timnya. "Kami melihat potensi besar di Tiyuh Karta Raya. Melalui modul dan video panduan yang kami tinggalkan, kami berharap masyarakat dapat terus melanjutkan inovasi ini secara mandiri sehingga limbah tidak lagi dilihat sebagai masalah, melainkan sumber peluang baru," tuturnya.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Miftahuz Zakiyah, M.Biomed. Ia memberikan apresiasi atas kerja keras mahasiswa di lapangan. "Program utama berupa pengolahan sampah organik menjadi produk pupuk cair dan pengolahan sampah anorganik menjadi produk kreasi gantungan kunci sudah selesai dilaksanakan. Harapannya kegiatan ini dapat dilanjutkan oleh para mitra yang telah bekerja sama dengan mahasiswa UM Metro," pesannya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Satrio Budi Wibowo, S.Psi., M.A., menegaskan bahwa KKN adalah medium hilirisasi riset dan gagasan akademis ke tengah masyarakat. “Inisiatif yang dilakukan Kelompok 11 merupakan wujud nyata dari pengabdian yang transformatif. Kami di LPPM UM Metro selalu mengarahkan mahasiswa untuk peka terhadap potensi lokal dan merumuskan solusi yang berkelanjutan. Pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi ini adalah langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa sekaligus menjaga resiliensi lingkungan masyarakat.”

Dengan berjalannya program ini, sinergi antara akademisi dan masyarakat pedesaan diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan ekosistem lingkungan yang bersih, produktif, dan mandiri secara ekonomi.