Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116
CONTACT
(0725) 42454
SDGs
Sholat Metro
Memuat...
PENMARU
Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Metro
Kabar Terbaru

Berita Terbaru

Perubahan skema pengelolaan KKN UM Metro 2026: Usung Semangat Multidisiplin dan Perkuat Kemitraan Strategis SDGs 17
03
Februari 2026
Perubahan skema pengelolaan KKN UM Metro 2026: Usung Semangat Multidisiplin dan Perkuat Kemitraan Strategis SDGs 17
Februari 2026

METRO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro tengah menyiapkan terobosan baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Tidak sekadar rutinitas akademik, KKN tahun ini dirancang menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berbasis pada solusi nyata dan kolaborasi lintas sektor. Dalam sosialisasi terbaru, Ketua LPPM UM Metro, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., menegaskan bahwa KKN 2026 akan mengacu pada pedoman baru yang disusun secara kolaboratif oleh para Wakil Dekan Bidang Akademik di lingkungan kampus. Perubahan fundamental terletak pada pergeseran model KKN dari yang sebelumnya berbasis fakultas menjadi KKN tingkat universitas yang bersifat multidisiplin. "Mahasiswa tidak lagi diterjunkan berkelompok dalam satu disiplin ilmu yang sama. Kita akan membentuk tim heterogen yang terdiri dari berbagai program studi. Masalah di desa itu kompleks, maka penyelesaiannya pun harus dikeroyok dari berbagai sudut pandang keilmuan," ujar Dr. Satrio. Beliau memaparkan enam tujuan utama KKN 2026, di antaranya adalah penerapan IPTEK tepat guna dan menjadikan lokasi KKN sebagai Desa Binaan. Targetnya jelas: mahasiswa hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai inovator yang mampu mengubah potensi lokal-seperti pengolahan pasca-panen di sektor pertanian-menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Menjawab Tantangan Global melalui SDGs 17 Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Metro, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., memberikan penekanan khusus pada aspek keberlanjutan. Beliau menyoroti bahwa model KKN terbaru ini merupakan pengejawantahan dari Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-17, yaitu Partnership for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Menurut Dr. Rahmad, esensi dari KKN 2026 adalah memperkuat sinergi Pentahelix yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, sektor swasta, media, dan masyarakat. "KKN ini adalah jembatan kemitraan. Kita ingin membangun relasi yang kuat dengan Pemerintah Daerah. Dengan semangat SDGs 17, UM Metro memastikan bahwa setiap program yang dijalankan di desa memiliki dampak jangka panjang dan berkelanjutan melalui skema Desa Binaan, bukan program sekali jalan yang langsung hilang," tegas Dr. Rahmad. Melalui pendekatan berbasis Project Based Learning, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman autentik di lapangan sekaligus memberikan kontribusi terukur bagi daerah. UM Metro berkomitmen bahwa kehadiran mahasiswanya di tengah masyarakat harus menjadi solusi nyata bagi permasalahan pembangunan di Provinsi Lampung dan sekitarnya. Persiapan teknis terkait lokasi, pembiayaan, dan jadwal pemberangkatan saat ini tengah digodok oleh tim Biro Administrasi Akademik (BAAK) untuk memastikan transisi menuju model KKN multidisiplin ini berjalan sukses pada tahun 2026 mendatang. Tim Redaksi LPPM UM Metro.

UM Metro Akselerasi Visi "International Prophetic University" Melalui Roadmap Penelitian & PkM: Wujud Nyata Dukung SDGs Pendidikan Berkualitas
26
Januari 2026
UM Metro Akselerasi Visi "International Prophetic University" Melalui Roadmap Penelitian & PkM: Wujud Nyata Dukung SDGs Pendidikan Berkualitas
Januari 2026

METRO - Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif kemajuan pendidikan nasional. Bertempat di Kampus I, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar sosialisasi strategis Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2025-2030. Acara krusial ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Metro, yang dalam arahannya menekankan bahwa seluruh aktivitas akademik harus bermuara pada peningkatan mutu manusia. Integrasi SDGs ke-4: Pendidikan Berkualitas Sebagai Pilar Utama Wakil Rektor I menegaskan bahwa Roadmap 2025-2030 bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen nyata untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata. "Penelitian dan pengabdian kita harus menyentuh akar rumput pendidikan. Melalui roadmap ini, UM Metro berkomitmen menyediakan akses pendidikan tinggi yang bermutu, menghasilkan guru-guru masa depan yang profesional secara profetik, serta melakukan inovasi pembelajaran yang dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah di seluruh Lampung," ujar Wakil Rektor I. Riset untuk Transformasi Pembelajaran Dr. M. Andiana Rosid, S.E., M.M. (Kepala Pusat Penelitian LPPM), memaparkan bagaimana riset dosen dan mahasiswa akan diarahkan pada pengembangan model pendidikan modern. "Salah satu fokus utama dalam roadmap penelitian kita adalah pengembangan kurikulum berbasis teknologi dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Ini adalah bentuk nyata kontribusi kita pada SDG 4, di mana hasil riset di kelas dipublikasikan dan diterapkan untuk meningkatkan literasi serta numerasi siswa di daerah," jelas Dr. Andi. PkM: Menghapus Kesenjangan Pendidikan di Masyarakat Sementara itu, Dr. Eri Prawati, S.T., M.T., dalam sesi sosialisasinya mengenai PkM, menyoroti peran strategis Desa Binaan sebagai laboratorium hidup pendidikan. "Data menunjukkan masih ada tantangan literasi di wilayah sekitar kita. Maka, PkM UM Metro tahun 2025-2030 akan difokuskan pada program penguatan kapasitas SDM, pelatihan keterampilan bagi pemuda putus sekolah, dan pendampingan sekolah inklusi. Inilah cara kita memastikan bahwa kehadiran UM Metro memberikan dampak nyata pada pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat," tegas Dr. Eri. Menuju 2030: Unggul dan Mendunia Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan dimulai pada 2 Maret 2026, berupa pendampingan teknis penyusunan roadmap tingkat Program Studi. Langkah sistematis ini diharapkan dapat membawa UM Metro meraih predikat akreditasi UNGGUL dan diakui secara internasional sebagai kampus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga agamis dan mencerahkan. Dengan semangat Prophetic Professional, UM Metro siap menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui riset inovatif dan pengabdian yang berdampak luas. Link Pemateri dapat di Unduh di bawah ini: PEMATERI_SOSIALISASI_ROADMAP 2026 NEW   Tim Redaksi LPPM UM Metro #UMMetro #SDGs4 #QualityEducation #InternationalUniversity #PropheticProfessional #RisetMuhammadiyah #LPPMUMMetro #PendidikanBerkualitas

UM Metro Press Hadiri Munas III APPTIMA untuk Memperkuat Gerakan Literasi dalam Mewujudkan Peradaban Utama
22
Januari 2026
UM Metro Press Hadiri Munas III APPTIMA untuk Memperkuat Gerakan Literasi dalam Mewujudkan Peradaban Utama
Januari 2026

  Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) turut serta dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APPTIMA) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, yang diwakili oleh Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan KI (Dr. Nego Linuhung, M.Pd.) Acara ini diadakan di dua kota, yaitu Medan dan Parapat. Penerbit buku, APPTIMA (Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah) menggelar acara Musyawarah Nasional III ini  bertujuan untuk memperkuat serta memajukan gerakan literasi di kalangan generasi muda. Munas dibuka dengan pertunjukan tarian Melayu, lagu Indonesia Raya, dan Mars Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., Ketua Panitia Munas sekaligus Ketua UMSU Press, menyambut baik kedatangan para akademisi dan penerbit dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Ia mengapresiasi komitmen peserta dalam memajukan budaya literasi. Wakil Sekretaris I Diktilitbang PP Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D., dalam sambutannya, menjelaskan bahwa tradisi penerbitan merupakan bagian penting dalam sejarah Muhammadiyah, dimulai dengan pendirian Majelis Pustaka yang kini dikenal sebagai APPTIMA. Ia menambahkan bahwa Medan memiliki sejarah panjang dalam penerbitan, sejak era 1920-an, ketika kota ini dikenal sebagai Paris van Sumatra. Munas III dihadiri oleh 33 peserta dari 23 penerbit, termasuk UM Metro Press, yang berkomitmen untuk terus mendukung gerakan literasi. Acara ini ditutup dengan pemberian plakat dan sertifikat simbolis kepada seluruh peserta. Tim Redaksi  LPPM UM Metro

Ketua LPPM UM Metro Hadiri Munas Konsorsium LPPM PTMA: Perkuat Sinergi dan Transformasi Tata Kelola Riset
22
Januari 2026
Ketua LPPM UM Metro Hadiri Munas Konsorsium LPPM PTMA: Perkuat Sinergi dan Transformasi Tata Kelola Riset
Januari 2026

TANGERANG -Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring penelitian dan pengabdian masyarakat di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Hal ini ditandai dengan kehadiran Ketua LPPM UM Metro dalam Musyawarah Nasional (Munas) Konsorsium LPPM PTMA yang berlangsung pada 4-5 Januari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Acara yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting dalam penetapan struktur kepengurusan baru periode 2025-2028 serta koordinasi strategis bersama Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Transformasi Kebijakan dan Standardisasi Dalam sesi koordinasi yang dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bapak Muh. Syamsudin, memberikan arahan mengenai kebijakan baru organisasi. Salah satu poin krusial adalah penetapan periode kepemimpinan asosiasi yang kini menjadi 2 tahun dan bersifat ex-officio. Selain itu, Majelis Diktilitbang menekankan beberapa aturan baru untuk meningkatkan akuntabilitas, antara lain: Kewajiban pelaporan kegiatan tahunan kepada Majelis Diktilitbang. Pemberian tembusan laporan untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan. Imbauan pelaksanaan aktivitas fisik secara tatap muka maksimal satu kali dalam setahun. Penyusunan standar umum asosiasi oleh Majelis, sementara standar khusus akan disusun secara mandiri oleh asosiasi terkait. Agenda Strategis 2026 Munas ini juga menjadi ajang persiapan menuju pertemuan besar seluruh asosiasi di bawah naungan Majelis Diktilitbang yang dijadwalkan pada Maret 2026 mendatang. Rangkaian acara ditutup dengan penetapan pengurus LPPM PTMA periode 2025-2028 yang diharapkan mampu membawa semangat baru dalam kolaborasi riset antar-PTMA. Ketua LPPM UM Metro Satrio Budi Wibowo menyampaikan optimismenya terhadap struktur baru ini. "Kehadiran kami di Munas ini adalah bentuk sinergi untuk memastikan bahwa LPPM UM Metro terus sejalan dengan kebijakan pusat. Transformasi tata kelola yang disampaikan oleh Majelis Diktilitbang akan menjadi panduan kami dalam meningkatkan kualitas luaran riset dan pengabdian yang lebih terukur dan berdampak luas," ujarnya. Tim Redaksi LPPM UM Metro

Rektor UM Metro Gelar Rapat Koordinasi Kerja untuk Peningkatan Kinerja SINTA dan Koordinasi Rutinitas
21
Januari 2026
Rektor UM Metro Gelar Rapat Koordinasi Kerja untuk Peningkatan Kinerja SINTA dan Koordinasi Rutinitas
Januari 2026

21 Desember 2026, Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Dr. Nyoto Suseno, M.Si. memimpin rapat koordinasi kerja dengan sejumlah pimpinan unit terkait, termasuk Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kepala Pusat Publikasi Ilmiah dan Kekayaan Intelektual (PPIKI) UM Metro. Rapat ini dilaksanakan untuk membahas langkah strategis dalam verifikasi SINTA serta pentingnya koordinasi kerja rutinitas guna meningkatkan kinerja riset dan pengabdian UM Metro. Verifikasi SINTA UM Metro: Langkah Kritis untuk Meningkatkan Reputasi Akademik Dalam rapat tersebut, Rektor UM Metro menekankan pentingnya verifikasi data SINTA untuk memastikan akurasi dan kelengkapan informasi terkait publikasi ilmiah dosen UM Metro. SINTA (Science and Technology Index) merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur kualitas publikasi dan riset di Indonesia, dan UM Metro berkomitmen untuk terus meningkatkan perolehan skor SINTA guna memperkuat reputasi akademik di tingkat nasional. Rektor juga mengingatkan bahwa pembaruan data SINTA harus dilakukan secara rutin dan tepat waktu agar dapat terus mencerminkan kemajuan riset yang dilakukan oleh dosen dan peneliti di UM Metro. "Verifikasi data SINTA yang tepat akan membantu kita dalam melaksanakan program-program penelitian dan pengabdian yang lebih terarah dan berdampak," ujarnya. Koordinasi Kerja Rutinitas: Mengoptimalkan Sinergi Antara Unit Selain membahas verifikasi SINTA, rapat juga membahas pentingnya koordinasi kerja rutin antara LPPM, Pusat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan PPIKI untuk memastikan kelancaran setiap kegiatan riset dan pengabdian. Setiap unit diharapkan memiliki sistem koordinasi yang lebih terstruktur agar dapat mengoptimalkan proses pengajuan proposal, pelaksanaan penelitian, dan publikasi ilmiah. Dalam arahannya, Ketua LPPM, Kepala Pusat Penelitian, dan Kepala Pengabdian kepada Masyarakat sepakat untuk memperkuat komunikasi dan pembagian tugas agar seluruh kegiatan dapat berjalan secara efisien dan memberikan hasil yang maksimal. Harapan untuk Ke Depan Dengan hasil rapat koordinasi ini, UM Metro berharap dapat meningkatkan efektivitas dalam pencapaian target-target riset dan pengabdian, serta memastikan publikasi ilmiah para dosen terdaftar dengan baik di SINTA. Rektor juga berharap seluruh pimpinan unit terkait dapat terus menjaga sinergi yang baik untuk kemajuan UM Metro. LPPM UM Metro, bersama dengan unit terkait, akan terus berupaya untuk memperkuat ekosistem riset di UM Metro melalui berbagai kegiatan yang berdampak, tidak hanya bagi dunia akademik, tetapi juga bagi masyarakat luas. Tim Redaksi  LPPM UM Metro