• AlamatJl. Ki Hajar Dewantara No. 116
  • Emaillppm@ummetro.ac.id
  • Kontak(0725) 42454

Perubahan skema pengelolaan KKN UM Metro 2026: Usung Semangat Multidisiplin dan Perkuat Kemitraan Strategis SDGs 17

METRO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro tengah menyiapkan terobosan baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Tidak sekadar rutinitas akademik, KKN tahun ini dirancang menjadi motor penggerak pembangunan desa yang berbasis pada solusi nyata dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam sosialisasi terbaru, Ketua LPPM UM Metro, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., menegaskan bahwa KKN 2026 akan mengacu pada pedoman baru yang disusun secara kolaboratif oleh para Wakil Dekan Bidang Akademik di lingkungan kampus. Perubahan fundamental terletak pada pergeseran model KKN dari yang sebelumnya berbasis fakultas menjadi KKN tingkat universitas yang bersifat multidisiplin.

"Mahasiswa tidak lagi diterjunkan berkelompok dalam satu disiplin ilmu yang sama. Kita akan membentuk tim heterogen yang terdiri dari berbagai program studi. Masalah di desa itu kompleks, maka penyelesaiannya pun harus dikeroyok dari berbagai sudut pandang keilmuan," ujar Dr. Satrio.

Beliau memaparkan enam tujuan utama KKN 2026, di antaranya adalah penerapan IPTEK tepat guna dan menjadikan lokasi KKN sebagai Desa Binaan. Targetnya jelas: mahasiswa hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan sebagai inovator yang mampu mengubah potensi lokal-seperti pengolahan pasca-panen di sektor pertanian-menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Menjawab Tantangan Global melalui SDGs 17

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Metro, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd., memberikan penekanan khusus pada aspek keberlanjutan. Beliau menyoroti bahwa model KKN terbaru ini merupakan pengejawantahan dari Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan ke-17, yaitu Partnership for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Menurut Dr. Rahmad, esensi dari KKN 2026 adalah memperkuat sinergi Pentahelix yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, sektor swasta, media, dan masyarakat.

"KKN ini adalah jembatan kemitraan. Kita ingin membangun relasi yang kuat dengan Pemerintah Daerah. Dengan semangat SDGs 17, UM Metro memastikan bahwa setiap program yang dijalankan di desa memiliki dampak jangka panjang dan berkelanjutan melalui skema Desa Binaan, bukan program sekali jalan yang langsung hilang," tegas Dr. Rahmad.

Melalui pendekatan berbasis Project Based Learning, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman autentik di lapangan sekaligus memberikan kontribusi terukur bagi daerah. UM Metro berkomitmen bahwa kehadiran mahasiswanya di tengah masyarakat harus menjadi solusi nyata bagi permasalahan pembangunan di Provinsi Lampung dan sekitarnya.

Persiapan teknis terkait lokasi, pembiayaan, dan jadwal pemberangkatan saat ini tengah digodok oleh tim Biro Administrasi Akademik (BAAK) untuk memastikan transisi menuju model KKN multidisiplin ini berjalan sukses pada tahun 2026 mendatang.

Tim Redaksi

LPPM UM Metro.